Getol Selenggarakan Pendidikan Kesetaraan untuk Dongkrak Rata-Rata Lama Sekolah

PELAHAN tapi pasti, rata-rata lama sekolah (RLS) di Ponorogo bakal naik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Pendidikan getol menyelenggarakan pendidikan kesetaraan bagi penduduk yang tidak lulus SD, SMP sederajat dan SMA sederajat.

FOTO: DOKUMEN DINDIK PONOROGO

“Kita memiliki satu SKB (sanggar kegiatan belajar) dan 11 PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat),” kata Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Hanuri, Rabu (30/10/2024).

Menurut Nurhadi, RLS Ponorogo pada 2023 di angka 7,78 tahun. Artinya, rata-rata penduduk berusia 25 tahun ke atas di Kabupaten Ponorogo hanya menempuh pendidikan setara kelas 2 SMP.  “Rata-rata lama sekolah akan menunjukkan kualitas SDM (sumber daya manusia). Dengan kualitas SDM yang tinggi, maka kualitas hidup lebih baik, lebih produktif, dan lebih punya kesempatan dalam dunia kerja,” terang Nurhadi.

Keberadaan SKB dan PKBM di Ponorogo mampu memberikan kesempatan bagi 1.609 anak tidak sekolah (ATS) menempuh pendidikan kesetaraan. Dari jumlah itu, 440 di antaranya sudah lulus program belajar paket A (setara SD), paket B (setara SMP), dan paket C (setara SMA). Jumlah lulusan sekolah kesetaraan itu bakal meningkatkan angka rata-rata lama sekolah.

Masih kata Nurhadi, rata-rata lama sekolah (RLS) dan harapan lama sekolah (HLS) berkorelasi kuat dengan Indeks pembangunan manusia (IPM). Pun, HLS di Ponorogo pada 2023 lalu menunjuk ke angka 13,77 yang meningkat dari tahun sebelumnya. “Pembangunan manusia dari sektor pendidikan di Ponorogo mengalami kemajuan,” tegasnya.

IPM menjadi hal penting karena menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, dan pendidikan. Selain itu, merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM juga dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah. (tim kominfo)