Teladani Semangat Juang Pertempuran Surabaya Menuju Indonesia Emas 2045

HARI Pahlawan bukan sembarang peringatan. Pertempuran dahsyat di Surabaya pada 10 November 1945 ketika tentara dan milisi Indonesia menolak ultimatum agar menyerah dari pasukan sekutu yang berisikan tentara Inggris dan Belanda. 

FOTO : ERWIN SUGANDA/KOMINFO PONOROGO
KENANG JASA : Jajaran Forkopimda Ponorogo melaksanakan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Wira Patria Paranti, Minggu (10/11/2024). 

“Kita harus terus mengingat peristiwa luar biasa pada tanggal 10 November di Surabaya, bagaimana tentara dan rakyat bersatu padu dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” kata Dandim 0802/Ponorogo Letkol Inf Dwi Soerjono saat upacara tabur bunga di TMP Wira Patria Paranti bersamaan peringatan Hari Pahlawan, Minggu (10/11/2024). 

Menurut dia, semangat juang dalam pertempuran Surabaya patut diteladani. Arek-arek tidak sedikitpun gentar meskipun pasukan sekutu membombardir Surabaya lewat serangan darat, laut, dan udara. “Perjuangan mempertahankan kemerdekaan itu tidak gampang. Para pahlawan rela mengorbankan harta benda, raga, bahkan sampai nyawa sekalipun,” terangnya. 

Dwi Soerjono meminta generasi penerus melakukan instrospeksi dengan meneladani sikap para pahlawan yang rela berkorban. Perjuangan harus terus berlanjut meskipun bukan dengan cara mengusir penjajah. “Setidaknya kita mampu mengisi kemerdekaan dengan menjaga Indonesia tetap utuh,” tegasnya. 

Dandim juga mengingatkan perjuangan menuju Indonesia Emas pada 2045 mendatang. Yakni, kemerdekaan genap berusia 100 tahun alias satu abad dengan target Indonesia sudah menjadi negara maju, modern, dan sejajar dengan negara-negara adidaya di dunia. (tim kominfo)