Peluang Magang Kerja Jepang Lewat Jalur Seleksi GP Ansor Ponorogo
PIMPINAN Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ponorogo kembali mendapat kepercayaan menggelar seleksi nasional (selekas) magang kerja di Jepang. Seleksi berlangsung di kampus Institut Sunan Giri (Insuri) Ponorogo mulai Senin (16/12/2024). Generasi muda nahdliyin menyambut antusias program populis yang merupakan kerja bareng Kementerian Tenaga Kerja dengan salah satu asosiasi pengusaha yang berkedudukan di Tokyo itu.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo juga mendukung penuh peran nyata GP Ansor dalam berkontribusi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Generasi muda nahdliyin perlu memiliki akses peluang kerja internasional. Magang di Jepang ini bukan hanya soal bekerja, tetapi juga soal belajar dan membawa pengalaman kembali ke Tanah Air,” kata Ketua PCNU Ponorogo Idam Mustofa.
Selama seleknas, calon pemagang menjalani tes kesamaptaan; tes fisik, mental, disiplin (FMD) dan matematika; interview; serta tes Bahasa Jepang. Mereka masih harus mengikuti diklat, menempuh tes lanjutan, medical check up, serta menjalani pelatihan di daerah dan pusat sebelum magang bekerja di Jepang. “Agar mudah beradaptasi dan tidak mengalami miskomunikasi selama mengikuti magang,” jelasnya.
Sementara itu, Ahmad, salah seorang peserta seleknas, mengaku sengaja mempersiapkan diri selama berbulan-bulan. Dia giat mempelajari Bahasa Jepang dan berlatih fisik. “Magang kerja di Jepang adalah mimpi saya sejak lama. Saya ingin memberikan yang terbaik,” ujarnya.
GP Ansor pada akhir 2023 lalu juga menggelar seleknas magang ke Jepang. Pemagang akan mendapatkan tunjangan usaha sebesar Rp 100 juta setelah kontrak selesai. Selain itu, pemagang memperoleh sertifikat keahlian yang menjadi nilai lebih jika melamar bekerja di perusahaan Jepang di Indonesia.

Program magang ke Jepang sudah berjalan selama 31 tahun. Sebanyak puluhan ribu warga negara Indonesia berusia 17 hingga 27 tahun mengikuti program peningkatan kompetensi tenaga kerja itu. (magang kominfo)