Tanggulangi Banjir di Ponorogo, BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
BANJIR di Ponorogo yang mengakibatkan 14 desa di tujuh kecamatan ikut terdampak mengundang perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto turun langsung meninjau genangan air akibat intensitas hujan yang tinggi itu, Senin (16/12/2024).

Mantan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya tersebut mengungkapkan bahwa BNPB sudah menyiapkan langkah cepat penanggulangan banjir di Jawa dengan operasi modifikasi cuaca. “Ini bukan pawang hujan, tapi teknologi yang sudah terbuktikan. Yaitu operasi modifikasi cuaca agar curah hujan tinggi yang mengakibatkan debit air sungai naik bisa dikurangi sehingga risiko banjir berkurang,” kata Suharyanto.
Menurut dia, bencana banjir selalu mengancam setiap tahun di sebagian besar wilayah Jawa pada musim hujan. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ekstrem masih akan terjadi hingga Januari mendatang. Pun, penyebab banjir di Ponorogo adalah curah hujan tinggi yang mengakibatkan jebolnya tanggul sungai. “Pemerintah pusat siap membantu masyarakat yang menjadi korban banjir,” terang Suharyanto.

Pihaknya juga menyalurkan bantuan logistik tambahan kepada warga yang terdampak banjir. Selain itu, relokasi hunian menjadi opsi agar luput dari korban banjir tahunan. Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat masyarakat harus menderita akibat terdampak bencana banjir. “Kami pastikan bahwa negara hadir bersama masyarakat dalam kondisi apapun,” tegasnya.
Seperti diketahui, hujan yang turun deras di Ponorogo mulai Minggu sore (15/12/2024) hingga malam mengakibatkan banjir di seolah wilayah. Tercatat ada 14 desa di Kecamatan Ponorogo, Sawoo, Sambit, Jetis, Balong, Siman, dan Mlarak yang terdampak genangan air. (tim kominfo)