Ajarkan Anak-Anak Ponorogo Toleransi Beragama dengan Mewarnai Sketsa Wajah Gus Dur

JAMINAN kerukunan umat beragama terjaga di Ponorogo. Terbukti, anak-anak dari TK Garuda, TK Esther, dan TK Santa Milenia membaur rukun mengikuti lomba mewarnai lintas agama di SD Katolik (SDK) Santa Maria, Jumat (17/1/2025). Peserta lomba merepresentasikan umat Islam, Kristen Protestan, dan Kristen Katolik.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Pesan keberagaman semakin kental karena anak-anak mewarnai sketsa wajah Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang dikenal sebagai Bapak Pluralisme. Ada peran Gusdurian, komunitas yang melanjutkan nilai-nilai perjuangan Gus Dur di ranah kemanusiaan, dalam lomba mewarnai dengan 62 peserta anak-anak itu. “Untuk memperingati Haul Ke-15 Gus Dur,” kata Abdillah Mu’izz, ketua Penggerak Gusdurian Ponorogo.

Pihaknya juga ingin anak-anak lebih mengenal Presiden ke-4 Republik Indonesia yang memiliki pandangan luas tentang keagamaan dan kemanusiaan itu. Gus Dur yang mencabut larangan penggunaan huruf Tionghoa dan perayaan Imlek. Selain itu, mengajukan gagasan tentang perlunya membangun komitmen untuk mencari jalan tengah antara tradisi agama dan tuntutan praktis modernisasi. “Anak-anak sejak dini sudah dikenalkan cara pandang yang moderat, toleran, dan menghargai perbedaan,” jelasnya.

Pun, anak-anak juga dipahamkan tentang agama yang diakui di Indonesia. Yakni, Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Lima tokoh dari enam agama itu turut datang di arena lomba mewarnai sketsa wajah Gus Dur. “Kami ingin menunjukkan ke anak-anak bahwa meskipun berbeda agama tetap dapat hidup berdampingan tanpa harus berselisih,” terang Abdillah Mu’izz.

Pendeta Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Ponorogo Prakoso Adiputro Wibowo mengenang Gus Dur sebagai Bapak Bangsa yang getol memperjuangkan nilai-nilai humanisme. Keselarasan antara nilai agama dan kemanusiaan merupakan warisan dari pemikiran Gus Dur. “Pemikiran Gus Dur perlu disebarkan dan diteruskan dari generasi ke generasi di Indonesia,” harapnya. (kominfo/mey)