Mobil Keliling Layani Pembayaran Pajak Daerah di Ponorogo Berkat CSR Bank Jatim
LAYANAN pajak daerah semakin mudah dan dekat dengan masyarakat. Ini bersamaan Bank Jatim menyerahkan bantuan berupa mobil operasional kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Dengan begitu, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo bakal jemput bola melayani pembayaran beragam pajak daerah.

KOMITMEN : Secara simbolis Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menerima bantuan CSR berupa mobil operasional pelayanan pajak daerah dari Bank Jatim di Pringgitan, Jumat (17/1/2025).
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan bahwa pihaknya sengaja meminta Bank Jatim lewat program corporate social responsibility (CSR) membantu mobil operasional layanan pajak daerah. Sebab, Pemkab Ponorogo hendak mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) melalui perolehan pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak barang dan jasa tertentu (PBJT), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), serta sumber pajak lainnya yang menjadi hak daerah.
“Petugas BPPKAD akan lebih aktif di lapangan sehingga target PAD kita tercapai untuk Pembangunan Ponorogo yang manfaatnya kembali dinikmati oleh masyarakat,” kata Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– saat penyerahan CSR Bank Jatim itu di Pringgitan, Jumat (17/1/2025).
Kang Bupati optimistis realisasi pajak daerah bakal terpenuhi berkat keberadaan mobil operasional pelayanan keliling layaknya drive thru (layanan pesan bawa pulang) yang seolah wajib pajak tanpa perlu turun dari kendaraan. Apalagi, capaian pajak daerah di Ponorogo pada 2024 lalu sudah surplus Rp 17 miliar dari target Rp105 miliar.

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Cabang (Pimcab) Bank Jatim Ponorogo Siti Harminingsih mengungkapkan, CSR perusahaannya ke Pemkab Ponorogo senilai Rp 300 juta. Salah satunya diwujudkan berupa kendaraan operasional pelayanan pajak daerah. Bantuan itu sebagai bentuk tanggung jawab Bank Jatim yang notabene adalah BUMD milik Pemprov Jawa Timur. “Semoga membantu tercapainya target PAD Ponorogo untuk pembangunan daerah yang tujuannya mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya (kominfo/win)