Panti Asuhan Gema Mustika Insani Punya Asrama Baru yang Mampu Tampung Puluhan Anak Yatim

KEPEDULIAN Wiji mengasuh puluhan anak yatim yang berasal dari desa-desa di sekitar tempat tinggalnya layak mendapat acungan jempol. Tercatat 78 anak menghuni Panti Asuhan Gema Mustika Insani di Desa Carangrejo, Sampung, Ponorogo, yang pengelolaannya di bawah kendali Wiji.

FOTO: PROKOPIM PONOROGO

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang selama ini peduli terhadap keberadaan lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) sengaja datang ke Carangrejo untuk meresmikan asrama baru milik Panti Asuhan Gema Mustika Insani , Kamis (30/1/2025). Wiji mengungkapkan bahwa pembangunan asrama itu membutuhkan perjuangan panjang. “Untuk menyediakan penginapan  yang layak untuk anak,” kata Wiji yang sudah mendirikan panti asuhan pada 2019 lalu. 

Dia mengungkapkan, penghuni panti asuhannya berasal dari Desa Carangrejo, Pagerukir, Kunti, Karangwaluh, Glinggang, dan Desa Gelang Kulon. Mereka adalah anak yatim, piatu, yatim piatu, atau berasal keluarga kurang mampu. “Kami berupaya memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, termasuk pendidikan,” ungkap Wiji.

Sementara itu, Bupati Sugiri Sancoko mengapresiasi upaya pengasuh  Panti Asuhan Gema Mustika Insani dalam menyokong tumbuh kembang anak-anak yang bernasib kurang beruntung. Adanya asrama baru dapat memberikan pelayanan lebih baik kepada penghuni panti asuhan. “Membahagiakan mereka agar tumbuh cerdas, terampil, dan berakhlak mulia,’’ harap Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko.

Pemkab Ponorogo juga memberikan perhatian khusus terhadap 1.285 anak yatim dan piatu dengan menyalurkan bantuan permakanan melalui lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA). Kang Bupati meminta dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak terus melakukan pendataan agar tidak ada yang luput mendapatkan bantuan. (kominfo/arm)