Peserta Didik SMKN 2 Ponorogo Mayoritas Putri karena Dulu Sekolah Kesejahteraan Keluarga

BUPATI Sugiri Sancoko tak asing lagi ketika harus berbaur dengan 1.500 pelajar yang mayoritas putri di SMKN 2 Ponorogo. Sebab, nama sekolah itu dulu adalah Sekolah Menengah Kesejahteraan masyarakat Keluarga (SMKK). SMKN 2 Ponorogo menandai ulang tahun yang ke-47, Kamis (6/2/2025), dengan menggelar jalan santai bertemakan parade budaya.

FOTO: ASTRINA/KOMINFO PONOROGO
SEMANGAT: Bupati Sugiri Sancoko memberangkatkan jalan santai dalam rangka HUT ke-47 SMKN 2 Ponorogo, Kamis (6/2/2025).

Sebanyak 1.500 pelajar yang mayoritas putri itu mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia tatkala berjalan santai menuju Alun-Alun Ponorogo bersama Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko. Mereka berasal dari enam konsentrasi keahlian, yaitu teknik komputer dan jaringan, perhotelan, kuliner, tata kecantikan kulit dan rambut, desain produksi dan busana, serta usaha layanan wisata.

“Saya sudah kenal lama dengan SMKK karena kakak-kakak saya sekolah di sini,” kata Kang Bupati sembari menyebut lulusan sekolah menengah kejuruan memiliki masa depan yang tak kalah cerah. “Kualitas SDM (sumber daya manusia) mereka terlihat ketika melakukan PKL (praktik kerja lapangan) di dinas-dinas, termasuk di Pringgitan (rumah dinas bupati Ponorogo),” imbuh alumnus STM Jenangan itu.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMKN 2 Ponorogo Farida Hanim Handayani merunut sejarah sekolahnya yang tercatat berdiri sejak 2 Februari 1978. Sekolah yang dipimpinnya memang kental dengan pola pendidikan untuk peserta didik perempuan. Sebelum bernama SMKK, sebutannya adalah sekolah kesejahteraan keluarga atas (SKKA). (kominfo/ast)