Bupati Sugiri Dorong Karang Taruna Ambil Peran Dalam Ekonomi Kreatif

KARANG taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang tidak kaleng-kaleng. Pembentukannya berdasarkan Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 25 Tahun 2019. Tak keliru jika Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengharapkan peran lebih organisasi sosial kemasyarakatan yang dibentuk oleh masyarakat untuk mengembangkan potensi generasi muda itu. 

FOTO : ERWIN SUGANDA/KOMINFO PONOROGO
POMPA SEMANGAT : Bupati Sugiri Sancoko membuka Temu Karya Karang Taruna Pramana Raga di aula Dinas Sosial Ponorogo, Sabtu (8/2/2025).

“Karang taruna idealnya tidak hanya berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan masalah sosial, tapi juga terlibat dalam kegiatan ekonomi yang produktif,” kata Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– saat membuka Temu Karya Karang Taruna Pramana Raga di aula Dinas Sosial Ponorogo, Sabtu (8/2/2024).

Kang Bupati meminta pengurus dan anggota karang taruna yang ada di setiap dukuh mampu membaca peluang bisnis walau sekecil apapun. Mengisi aneka makanan dan minuman di kantin sekolah, misalnya. “Beri motivasi kepada anak kelas enam SD untuk menitipkan jajanan sehat buatan ibu mereka di kantin. Saya miris melihat anak-anak sekarang sudah mengalami gagal karena jajan sembarangan,” kata bupati yang akan menjabat dua periode itu. 

Menurut Kang Bupati, karang taruna harus membangun mindset besar ikut mengawal terbentuknya generasi yang berkualitas. Dalam filosofi Jawa, pelajar SD itu ibarat maskumambang atau emas yang mengambang. “Mari jaga harta berharga itu, mereka dalam proses mencari teladan, idola, dan panutan,” terangnya. 

Bahkan, lanjut Kang Bupati, bukan hal keliru mengajarkan bisnis sedari masih anak-anak. Pandangan keliru jika ingin sukses harus menjadi karyawan atau pegawai. “Kalau bercita-cita kaya raya jadilah pengusaha yang sukses,” tegasnya. 

Suami Susilowati itu juga berharap karang taruna mengambil peluang ekonomi kreatif bersamaan momentum  Ponorogo hendak masuk jejaring Kota Kreatif  United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). ”Jangan sampai dua tahun kedepan peluang emas itu di diambil orang luar daerah” pungkasnya. (kominfo/win)