Bapanas Uji Bahan Pangan di Pasar Legi, Satu Dua Mengandung Bahan Kimia Taraf Waspada
BUPATI Ponorogo Sugiri Sancoko memiliki kedekatan khusus dengan Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dan Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto. Sebab, dua Diaspora Ponorogo yang memegang jabatan penting di Jakarta itu kerap pulang kampung sembari menunaikan tugas. Kang Giri bersama Andriko sempat mengunjungi Pasar Legi untuk memantau ketersediaan dan fluktuasi harga bahan pangan, Kamis (03/04/2025).

‘’Selain stabilitas harga dan pasokan, hari ini kami juga ingin melihat apakah bahan pangan yang beredar di pasaran termasuk aman untuk dikonsumsi masyarakat atau tidak,” kata Andriko. Dalam kunjungan sebelumnya ke Pasar Legi, pada medio Oktober lalu, deputi yang lahir dan besar di Ponorogo tersebut mensyaratkan setiap pasar tradisional memiliki pos pantau.
Bersamaan itu, ada petugas terlatih yang melakukan pemeriksaan kandungan residu, pestisida, atau formalin pada sejumlah komoditas pokok segar. Kandungan bahan kimia pada bahan makanan akan membahayakan manusia yang mengonsumsinya. ‘’Perlu standarisasi pasar tradisonal sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen,’’ ujar Andriko.

Kang Giri berkesempatan menguji langsung kadar kandungan formalin pada ikan teri basah dan kering yang sudah beredar bebas di pasaran. Komoditas bahan pangan lainnya seperti cabai, tomat, dan tempe tak luput pula dari pengujian kandungan pestisida. Apa hasilnya? ‘’Sebagian besar bahan pangan segar yang beredar di Ponorogo tergolong aman untuk dikonsumsi masyarakat. Hanya ada satu atau dua yang masuk kategori tidak aman, seperti temuan cabai dan tomat yang mengandung pestisida serta ikan teri basah dengan kandungan formalin dalam kadar waspada,’’ terang Andriko.
Kang Giri berjanji membentuk tim untuk melakukan tracking terhadap sumber bahan pangan yang kurang aman untuk konsumsi masyarakat itu. Perlu langkah nyata segera lantaran kandungan formalin dan pestisida rawan mengganggu kesehatan jika masuk tubuh manusia. ‘’Tim akan menelusuri asal muasal bahan pangan yang masuk kategori tidak aman konsumsi, seharusnya terlarang beredar di Ponorogo,’’ tegasnya.

Bupati dua periode itu menginginkan masyarakatnya mengkonsumsi makanan sehat yang bebas dari kandungan bahan kimia. Selain ketercukupan pasokan dan kestabilan harga, bahan pangan yang beredar di pasaran juga perlu jaminan aman konsumsi bagi manusia. ‘’Harus lengkap, bahan pangan yang bersih, sehat, halal, dan toyyib. Masyarakat akan merasa aman serta nyaman,’’ terangnya.
Selama kunjungan di Pasar Legi, rombongan mendapati harga komoditas cabai dan bawang putih berangsur turun ke harga normal setelah mengalami kenaikan menjelang Lebaran lalu. Salah satu tugas Badan Pangan Nasional (Bapanas) adalah mengawal pemenuhan pangan. Bapanas juga berkepentingan dengan komoditas beras, jagung, kedelai, gula konsumsi, bawang, telur unggas, daging ruminansia, daging unggas, dan cabai. (mey/kominfo)