Perizinan dan Distribusi Pupuk Tak Butuh Lagi 550 Tanda Tangan  dari Menteri, Gubernur, Bupati

SATU bukti lagi keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap kaum tani. Presiden ke-8 Republik Indonesia itu memangkas birokrasi yang kelewat berbelit di sektor pertanian. Pun, berupaya menyalurkan manfaat anggaran negara secara langsung kepada rakyat, khususnya petani.

FOTO: BIRO PERS, MEDIA DAN INFORMASI SEKRETARIAT PRESIDEN

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam laporannya saat Panen Raya Nasional di Desa Randegan Wetan  Kecamatan Jati 7 Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Senin (7/4/2025), menyampaikan bahwa pemangkasan jalur perizinan dan distribusi pupuk menjadi salah satu kebijakan yang paling dirasakan dampaknya oleh para petani.

“Sebelumnya ada 12 menteri yang harus tanda tangan, ditandatangani 38 gubernur, kemudian 500 wali kota/bupati se-Indonesia, baru bisa tiba di petani. Sekarang berkat Inpres  yang Bapak Presiden tandatangani, dari Menteri Pertanian langsung ke pabrik, pabrik langsung ke gapoktan petani. Ini betul-betul revolusi sektor pertanian,’’ terang Mentan Andi Amran Sulaiman soal berbelitnya alur birokrasi yang butuh 550 tanda tangan itu.

Apa kata Presiden Prabowo soal pemangkasan jalur perizinan dan distribusi pupuk itu? Putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo yang dikenal dengan kebijakan progresifnya itu menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus mendorong efisiensi anggaran, memotong jalur distribusi yang panjang, serta menekan praktik korupsi di semua lini pemerintahan. ‘’Saya akan menghemat anggaran terus-menerus. Saya akan berusaha sekeras tenaga agar setiap anggaran, setiap uang rakyat, uang negara harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, terutama rakyat yang paling membutuhkan,” tandas Presiden Prabowo.

Perwira tinggi yang pernah berkarir di militer selama 28 tahun itu juga  memberikan perhatian khusus terhadap praktik-praktik korupsi yang menghambat pelayanan publik dan distribusi bantuan pemerintah kepada masyarakat. ‘’Pemerintah kita dari pusat sampai desa tidak boleh ada lagi praktik-praktik korupsi, praktik menyalahgunakan uang rakyat. Sekarang masanya masa teknologi, semua orang bisa laporan segera. Kalau ada korupsi langsung Anda video, Anda rekam, langsung kirim. Jadi supaya orang itu jera,” tegasnya.

Presiden Prabowo pun mengajak seluruh kepala daerah dan jajaran pemerintah untuk bekerja sepenuh hati melayani rakyat. “Berjuanglah untuk rakyat. Tidak ada kebahagiaan lebih tinggi dari cinta rakyat kepada pemimpinnya,” pungkasnya. (kominfo ponorogo)