Bupati Sugiri Beri Tugas ke Ringga Realisasikan Pasar Sayur Ala Pasar Induk Kramat Jati

PEKERJAAN rumah (PR) besar diberikan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko kepada Ringga Dwi Heri Irawan. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkum) itu harus mengawal pendirian pasar induk hasil bumi yang modern di Ponorogo. Kendati tidak menyebut deadline, Kang Giri secara tersirat berharap pasar yang mirip Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta tersebut berdiri secepatnya untuk mengejar target perolehan pendapatan asli daerah (PAD) Ponorogo Rp 1 triliun pada 2030 mendatang.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

‘’Pasar induk hasil bumi ini akan menjadi jantung dari pasar-pasar lainnya di Ponorogo dan sekitarnya, khusus untuk komoditas sayuran dan buah-buahan,’’ kata Kang Giri dalam rapat koordinasi teknis (rakortek) rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029 di Ruang Bantarangin, Selasa (15/04/2025). ‘’Pemerintah akan menyiapkan anggaran dan mendorong Disperdagkum membentuk pasar yang mendatangkan pembeli dari luar kota demi mendongkrak PAD. ‘’Pelayanan pasar induk hasil bumi ini mencakup skala regional, petani dan pedagang dari luar Ponorogo akan berdatangan. Semua jenis sayuran dan buah-buahan masuk dulu ke pasar induk, sebelum sampai ke tangan konsumen,’’ imbuh bupati Ponorogo dua periode itu.

Kang Giri juga mengingatkan bahwa fungsi pasar sebagai ruang publik untuk kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya. Bukan semata tempat bertemunya supply (penawaran) dan demand (permintaan) barang dagangan. ‘’Makanya saya minta pasar induk yang modern sehingga perlu penataan kawasan. Di balik interaksi berbagai kelompok masyarakat di pasar, di dalamnya ada aktivitas distrubusi yang tidak terlepas dari aspek penataan parkir truk-truk pengangkut muatan,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disperdagkum Ponorogo Ringga Dwi Heri Irawan tidak sampai mengeluarkan keringat dingin untuk menyelesaikan PR dari bupati. Sebab, Ponorogo sudah memiliki cikal bakal pasar induk yang selama ini menempati lahan eks rumah sakit umum daerah di kawasan Jarakan. ‘’Merevitalisasi pasar grosir itu menjadi pasar induk yang modern. Kebetulan komoditas yang selama ini masuk adalah sayuran dan buah-buahan,’’ ungkap Ringga.

Menurut dia, disperdagkum juga akan fokus merehabilitasi sejumlah pasar tradisional yang rusak untuk menopang transaksi besar di Pasar Induk Jarakan kelak. Mengingat fungsi pasar sebagai ruang, sudah berjalan program Ponorogo Cling dalam pemilahan serta pengelolaan sampah pasar. ‘’Pasar induk yang modern harus bersih dengan area parkir representatif untuk pengunjung serta armada angkutan barang,’’ terangnya. (kominfo/arm)