Ponorogo Awali Pembangunan Desa Hebat yang Hadirkan Kualitas Hidup
DESA merupakan ujung tombak pembangunan. Membangun desa berarti membangun kemandirian Indonesia seutuhnya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo ingin mengawali pembangunan Desa Hebat dengan menghadirkan kualitas hidup yang ideal bagi masyarakatnya. ‘’Baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, sampai pendidikan,’’ tegas Tony Sumarsono, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ponorogo, dalam Desk Rakortek Ranwal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ponorogo Tahun 2025-2029 di Ruang Bantarangin, Rabu (16/04/2024).

Tony mengungkapkan, setidaknya terdapat delapan indikator pembangunan yang harus dipenuhi oleh setiap desa untuk meraih predikat Desa Hebat. Delapan indikator tersebut meliputi infrastruktur yang memadai, ekonomi, sumber daya alam yang dikelola dengan baik, pendidikan dan kesehatan, tata kelola pemerintahan, sosial budaya, keamanan dan ketertiban masyarakat, serta transformasi digital. “Desa Hebat ini bukan suatu perlombaan, akan tetapi sebuah pencapaian tatanan desa yang ideal,” ungkap Tony.
Tony menambahkan, salah satu tantangan yang dihadapi desa sampai saat ini adalah legalitas badan usaha milik desa (BUMDes). Dari 185 BUMDes, baru 81 yang resmi berbadan hukum. Sisanya masih dalam proses validasi dan menunggu pengesahan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Pihaknnya juga terus melakukan pembinaan terhadap BUMDes, salah satunya melalui kolaborasi dengan pusat UMKM Gadung Melati. ‘’Di setiap kecamatan akan berdiri Gadung Melati sebagai etalase produk UMKM desa,’’ ungkapnya.
Tony juga menaruh perhatian pada upaya pemekaran desa yang saat ini sedang menunggu verifikasi lapangan oleh tim bentukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain pada aspek fisik seperti penetapan batas desa dan kelurahan, Tony juga menekankan pentingnya menyertakan pelestarian budaya lokal akan difasilitasi melalui pembentukan lembaga adat desa (LAD). ‘’Sekarang ini setidaknya ada empat LAD yang aktif dari 17 LAD yang sudah terbentuk,’’ jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Agus Pramono yang menjadi panelis pada kesempatan tersebut, menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor untuk mewujudkan berbagai program pemerintah. ‘’Keberhasilan Desa Hebat ini sangat bergantung dari sinergi antar perangkat daerah, serta perencanaan yang linier antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, sampai pemerintah desa,’’ terang Sekda Agus Pramono.