Ketika Perempuan-Perempuan Ponorogo Mulai Turun Tangan Perkuat Ketahanan Pangan

FIRST Lady Ponorogo Susilowati menginginkan para istri bukan sebatas ibu rumah tangga biasa. Tak urung, istri Bupati Sugiri Sancoko yang juga Ketua Tim Penggerak Pembinaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Ponorogo itu getol memberdayakan kaum emak. Susilowati kali ini memprakarsai pelatihan dengan mengundang Bayu Diningrat, praktisi pertanian organik dan kesehatan herbal.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

‘’Saya berharap ibu-ibu dapat memanfaatkan lahan yang ada di rumah masing-masing untuk  membudidayakan tanaman toga (tanaman obat keluarga) serta menanam sayuran dan bumbu  kebutuhan dapur,’’ kata Susilowati tentang pelatihan yang berlangsung di kebun miliknya di Desa Bajang Kecamatan Balong, Sabtu (19/4/2025). Pelatihan pelatihan ekosistem farm bertajuk ‘’Pertanian Membangun Peradaban Bangsa’’ itu sejalan dengan program pokok PKK menyangkut pangan.  

‘’Program pangan di PKK bertujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya sesuai kearifan lokal,’’ terang ibu tiga orang anak itu. Pun, Bayu Diningrat sengaja membekali peserta pelatihan dengan kiat-kiat memanfaatkan lahan sempit untuk olah pertanian, pengenalan tanaman herbal, pembuatan pakan ternak dari limbah rumah tangga, serta pengelolaan sampah rumah tangga. ‘’Kebetulan di kebun mungil saya ini juga terdapat kandang ayam, kandang kambing, dan tempat pengolahan pupuk. Ibu-ibu bisa langsung praktik,’’ imbuh Susilowati. 

Menurut dia, perempuan dapat mengambil peran dalam memperkuat ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan dari bahan baku lokal. Selain itu, menyediakan pangan untuk konsumsi yang muaranya meningkatkan taraf ekonomi. ‘’Gerakan di PKK bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat mulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Peran para ibu yang setiap hari sibuk di dapur untuk menyiapkan makanan untuk keluarga adalah bagian upaya ketahanan pangan yang sesungguhnya,’’ ungkap ibu dari Jian Ayune Sundul Langit itu.

Dari tempat yang sama, Bupati Sugiri Sancoko mengakui bahwa banyak perempuan memegang peran krusial di berbagai lini kehidupan, baik sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Bagi Kang Giri, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin jika anggota PKK sudah bergerak bersama dengan dukungan Muslimat, Aisyiyah, dan Fatayat. ‘’Perempuan memiliki kekuatan besar untuk membawa perubahan positif dan membangun masa depan yang lebih baik,’’ tegasnya.

Bupati Ponorogo dua periode itu sempat mengungkapkan proyeksi kebutuhan bahan pangan untuk menopang dapur makan bergizi gratis (MBG). Di Ponorogo setidaknya berpotensi memiliki 70 hingga 77 dapur yang masing-masing setiap hari harus menyiapkan 3.000 porsi makan siang. “Kebutuhan pangan ini harus dapat kita sediakan sendiri secara mandiri, memakai hasil pertanian kita sendiri, produk-produk lokal dari sawah dan kebun petani kita sendiri,’’ pungkasnya.(kominfo/ast)