Produktivitas Tinggi karena Petani Ponorogo Terapkan Sistem Tanam Padi Modern

PONOROGO mendapat pengakuan sebagai daerah penyangga pangan sehingga Jawa timur tercatat provinsi dengan penghasil beras terbesar yang produksinya mencapai 5.500.801,88 ton. Faktor pendukungnya adalah lahan pertanian yang luas bersamaan para petani menerapkan sistem pertanian modern. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memilih datang ke persawahan di Desa Purwosari Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo, Rabu (23/4/2025), membarengi tanam padi serentak secara nasional di 14 provinsi yang berpusat di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Emil Dardak menyebut metode persemaian luar lahan memiliki andil besar sehingga Jawa Timur mampu menyumbang hampir seperempat dari total target penanaman seluas 296 ribu hektare di seluruh Indonesia. Terhitung 22 April 2025, capaian tanam padi  di Jatim mencapai 13.500 hektare per hari. ‘’Juga berkat dukungan dari pemerintah daerah, seperti bupati Ponorogo yang mendorong kelompok tani memanfaatkan metode persemaian luar lahan. Ini mempercepat proses tanam setelah panen,’’ jelas Emil.

Menurut dia, lahan pertanian dapat langsung ditanami kembali tanpa jeda waktu panjang jika menganut metode persemaian luar lahan. Teknik seperti ini juga mampu  menghasilkan pola tanam yang rapi dan efisien. Sekarang ini di Ponorogo tercatat 227 ribu hektare sawah yang ditanami padi. Dengan sisa waktu tujuh hari menuju akhir April, masih ada kesempatan mengejar penanaman di 96 ribu hektare sawah yang ada.  ‘’Total capaian melampaui target 310 ribu hektare di akhir bulan,’’ ungkapnya.

Wakil gubernur Jawa Timur dua periode itu ingin memastikan hasil panen padi petani tidak menumpuk. Pun, perlu jaminan ketersediaan bibit dan pupuk melalui upaya pengawasan distribusi yang ketat dari kementerian agar proses tanam hingga panen berjalan lancar. ’’Peningkatan produktivitas pertanian di Jawa Timur yang mencapai 14 hingga 16 persen dibanding tahun lalu menunjukkan bahwa kita berada di jalur yang tepat menuju swasembada pangan nasional. Karena surplus, kita juga punya peluang ekspor beras ke Malaysia. Ini bukan hanya prestasi daerah, tapi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan Indonesia,’’ terangnya.

Di tempat yang sama, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan bahwa produktivitas tinggi persawahan di Kecamatan Babadan menjadi contoh nyata keberhasilan metode persemaian luar lahan. Dengan produktivitas mencapai 7,5 ton per hektare, Babadan layak sebagai salah satu lumbung padi paling subur di Jawa Timur. ’’Tingginya produktivitas disebabkan oleh kesuburan tanah dan praktik pertanian yang optimal. Sisa potongan padi dibiarkan terurai di lahan untuk menjadi unsur hara alami, ditambah dengan dukungan pompa air di titik-titik strategis,’’ tegas Kang Giri. (kominfo/arm).