Gapoktan Lima Desa Sepakat Bulat Jebol Dam Asem Tropong yang Jadi Biang Banjir
KEBERADAAN Dam Asem Tropong yang anomali menemukan solusinya. Musyawarah gabungan kelompok tani (gapoktan) dari lima desa akhirnya memufakati menjebol bangunan untuk menahan dan menampung air yang berada di Desa Tatung Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo itu karena menjadi biang banjir. ‘’Dinas terkait juga sudah melakukan uji lapangan, hari ini tercapai mufakat,’’ kata Bupati Sugiri Sancoko yang turut hadir dalam musyawarah lintas gapoktan itu bersama sejumlah kepala perangkat daerah dan komisi D DPRD, Sabtu (03/5/2025).

Keputusan bulat menjebol Dam Asem Tropong karena setiap tahun terdapat 13 titik lahan pertanian yang langganan banjir. Area sawah yang terdampak banjir di Desa Sedarat, Sendang, Tatung, Ngumpul, Purworejo, Bringinan, Poko, serta Desa Jonggol itu seluas 400 hektare. ‘’Elevasi Dam Asem Tropong yang lebih tinggi dari lahan pertanian di sekitarnya ditambah sedimentasi dan penumpukan sampah dianggap sebagai penyebab utama banjir,’’ ungkap Kang Giri.
Menurut bupati Ponorogo dua periode itu, kenaikan debit air berdampak cepat pada genangan di lahan pertanian. Pun, keputusan untuk menjebol Dam Asem Tropong juga berdasarkan pada kebutuhan irigasi. Suplai air untuk lahan pertanian seluas 48 hektare di Desa Tatung dan Desa Purworejo yang sebelumnya mengandalkan Dam Asem Tropong, kini sudah tercukupi oleh sumur dalam. “Karena sudah sepakat, besok langsung kita jebol,” tegas Kang Giri.

Dalam kesempatan yang sama, Kang Giri juga meresmikan berdirinya Paguyuban Lingkungan Nyawiji Bersatu (Paling Jitu). Paguyuban ini beranggotakan masing-masing lima orang dari Desa Sedarat, Sendang, Tatung, Ngumpul, Purworejo, Bringinan, Poko, serta Desa Jonggol akan menanggulangi kebiasaan masyarakat yang sering membuang sampah di sungai hingga mengakibatkan banjir.’’Baik atau buruk itu tanggung jawab bersama. Mari bersama-sama menjaga lingkungan kita,” pungkas Kang Giri. (kominfo/ast)