Berkunjung ke Ponorogo, Gubernur Khofifah Bawa Bekal Bantuan Rp 4,76 Miliar

KUNJUNGAN Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membawa angin segar bagi upaya pengentasan kemiskinan di Ponorogo. Ini bersaman Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelontorkan anggaran senilai Rp 4,76 miliar dalam bentuk bantuan sosial (bansos) serta bantuan keuangan khusus (BKK) desa.

FOTO: NUNGKI/KOMINFO PONOROGO

‘’Program ini ingin memperkuat peran kaum perempuan dalam pemberdayaan serta memprioritaskan warga miskin di kelompok rentan melalui bantuan dan perlindungan sosial berbasis data terpadu,” ujar Budi Sarwoto, kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Timur, Rabu (14/5/2025).

Bersamaan acara Sapa Bansos, diserahkan 145 paket bantuan berupa zakat produktif, paket bantuan untuk keluarga penerima manfaat (KPM) lansia program keluarga harapan (PKH) plus, asistensi sosial penyandang disabilitas (ASPD), dan bantuan bagi calon murid sekolah rakyat jenjang SD dari keluarga desil 1. ‘’Pendamping disabilitas, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), pendamping PKH Plus, dan taruna siaga bencana (tagana) juga mendapatkan bantuan,’’ terang Budi Sarwoto.

Tidak hanya itu, Pemprov Jatim juga menyerahkan BKK kepada 10 desa. Lima desa menerima BKK program pemberdayaan BUMdesa masing-masing sebesar Rp 100 juta. Tiga desa penerima program Desa Berdaya masing-masing juga mendapatkan jatah anggaran Rp 100 juta. Sedangkan dua desa penerima program Jatim Puspa masing-masing menerima dana sebesar Rp 249 juta untuk 85 KPH.

Gubernur Khofifah berharap penyaluran berbagai jenis bantuan itu tidak hanya menopang kebutuhan harian. Namun, juga mendorong kemandirian ekonomi kelompok rentan, terutama perempuan dan single parent. “Kita ingin yang rentan menjadi berketahanan dan para single parent lebih mandiri ekonominya. Kita harus mengangkat masalah-masalah dengan solusi yang konkret,’’ tegas Khofifah.

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu menekankan pula pentingnya pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan dan keterbatasan. Khofifah sempat memotivasi anak-anak yang menerima bantuan sepatu sekolah agar menggantungkan cita-cita mereka setinggi langit. ‘’Kejar ilmu setinggi-tingginya. Jika terjatuh, kita akan jatuh di antara bintang-bintang dan dapat menjadi penerang dunia ini,’’ ucapnya penuh semangat.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Pemprov Jatim pada Juni mendatang akan meluncurkan program bansos Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Perempuan Tangguh Mandiri Jatim Sejahtera (Putri Jawara) secara lebih masif. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan, khususnya yang tergolong kelompok rentan. Pada tahun 2025, Ponorogo mendapat 50 kuota bantuan. “Kita sudah mencatat penurunan kemiskinan sebesar 0,66 persen. Mudah-mudahan di bulan September nanti, kita bisa mencapai zero persen kemiskinan ekstrem,” pungkasnya dengan optimisme.

Sementara itu, Bupati Sugiri Sancoko berterima kasih atas kepedulian Gubernur Khofifah terhadap warga miskin di Ponorogo. Beragam program populis yang ada sebagai bentuk sinergi nyata antara pemeritah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Terima kasih Bu Khofifah, bantuan ini sangat bermanfaat,’’ ujar Kang Giri. (kominfo/nky)