Sima’an Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Dua Hari Berturut Awali Rangkaian Grebeg Suro 2025

SUDAH tradisi, Sima’an Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Mantab Rabu Pahing selalu mengawali rangkaian Grebeg Suro di Ponorogo. Nah, tahun ini lebih afdal lantaran Rabu Pahing, 3 Juni 2025, bertepatan dengan 8 Dzulhijah 1446 Hijriah. Jemaah Sima’an Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin selama ini juga setia memegang tradisi mendatangi majelis setiap 9 Dzulhijah di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo bertepatan dengan Hari Arafah untuk membangun koneksitas dengan jemaah haji yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci.

FOTO: NUNGKI/KOMINFO PONOROGO

Tak urung, Bupati Sugiri Sancoko tampak antusias mengikuti aktivitas membaca dan mendengarkan Al-Qur’an berjamaah yang berlangsung di halaman Pendopo Pemkab Ponorogo mulai Rabu (3/6/2025) pagi itu. Kang Giri mengakui penyambutan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah (di Ponorogo dirayakan dengan Grebeg Suro) terasa istimewa karena ditandai Simaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin selama dua hari berturut. ‘’Matur nuwun kepada para kiai dan pinisepuh karena Pemkab Ponorogo mendapat jadwal Simaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Mantab Rabu Pahing,’’ kata Kang Giri.

Bupati Ponorogo dua periode itu sempat membaur dengan para jemaah yang mulai berdatangan ke Pendopo Agung selepas subuh. Malam setelah khatamnya pembacaan Al-Qur’an, Kang Giri kembali berkumpul di Majelis Dzikrul Ghofilin untuk memanjatkan doa bersama. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir.

‘’Kegiatan ini tidak hanya bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memulai tahun Hijriah dengan hati yang lebih bersih serta penuh ketakwaan dengan mendekatkan diri kepada Allah,’’ ungkap Kang Giri yang mewajibkan para ASN mengikuti simaan Al-Qur’an.

Sementara itu, KH Abdus Sami’ Hasyim, pengasuh Pondok Pesantren Darul Huda Mayak yang memimpin Majelis Dzikrul Ghofilin, berharap lantunan dzikir dan ayat-ayat suci mampu mendatangkan keberkahan, menjauhkan dari marabahaya, serta menumbuhkan ketenteraman bagi Ponorogo. Gus Sami’ –sapaan KH Abdus Sami’ Hasyim—mengajak khalayak menyambut datangnya Tahun Baru Hijriah dengan melakukan muhasabah atau koreksi diri. ‘’Mudah-mudahan tercipta Kabupaten Ponorogo yang aman, tenteram, guyub rukun, gemah ripah lohjinawi, toto tentrem karto raharjo,’’ tutur Gus Sami’. (kominfo/nky)