Grebeg Bonsai 2025 Punya Gengsi dengan Ratusan Tanaman dan Durasi Pameran Panjang
PELATARAN Pendopo Agung lebih asri karena menjadi venue pameran Grebeg Bonsai Bumi Reog. Bagaimana tidak, tercatat ada ratusan bonsai dipajang milik kolektor dari Ponorogo dan luar daerah. “Pameran bonsai dalam rangkaian Grebeg Suro di Ponorogo selalu ditunggu-tunggu para kolektor karena punya gengsi tersendiri,” kata Sekretaris Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPB) Ponorogo Dadang Setiya.

Durasi pameran yang berlangsung selama sepekan memungkinkan antar pehobi saling tukar pengalaman, barter, bahkan menebus tunai tanaman kerdil itu. Apalagi, jumlah bonsai yang dipamerkan berada di kisaran angka 500. ”Kami intens berkomunikasi dengan pengurus PPBI di seluruh Indonesia. Jumlah peserta selalu bertambah setiap tahun,” jelas Dadang sembari menyebut jadwal Grebeg Bonsai Bumi Reog mulai 18 Juni hingga 24 Juni 2025.
Panitia melombakan tiga kategori bonsai yang terdiri bahan, matang A, dan matang B. Dewan juri dari PPBI Pusat bakal memutuskan 20 terbaik bahan bonsai dan masing-masing 10 untuk kategori matang A dan matang B. “Akan muncul satu tanaman bonsai terbaik sebagai the best in show,” ungkap Dadang.

Kata dia, Grebeg Bonsai Bumi Reog mengusung tema warna keemasan. Selain itu, display tanaman ditata sedemikian rupa sehingga sedap dipandang. Pengunjung bakal leluasa menikmati hasil seni merawat tanaman kerdil yang berasal dari Jepang itu. “Banyak turunan ekonomi kreatif dari hobi merawat bonsai,” ujar Dadang.
Pehobi bonsai membutuhkan pot dan kawat khusus, serta media tanam saat merawat tanaman kesayangannya. Budidaya bonsai belakangan ini juga mulai lazim dilakukan. (tim kominfo)