Pameran, Lokakarya, Lelang Keris, hingga Bursa Barang Lawasan dan Batu Akik

BURSA ikut meramaikan Pagelaran Pusaka yang masuk agenda event Grebeg Suro 2025. Panitia menyediakan sekitar 50 meja berjajar untuk melapak barang lawasan, kerajinan pernak-pernik benda pusaka, dan batu akik itu. “Pelapak berasal dari Magetan, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Madiun, Madura, Blitar, dan Sidoarjo,” kata Titis Mursito, koordinator panitia.

FOTO: ARETHA/KOMINFO PONOROGO

Keramaian bursa menandakan pegelaran pusaka berupa pameran dan lokakarya di Ponorogo memiliki daya tarik kuat. Pihaknya sengaja mengadakan lelang keris untuk menyemarakkan acara. “Kami bersama paguyuban penggemar benda pusaka berusaha menjadi tuan rumah yang baik agar pagelaran pusaka tahun depan lebih meriah,” ujar Titis.

Pengunjung ikut menikmati gelaran bursa. Bermula sekadar melihat-lihat, tak sedikit dari mereka akhirnya membeli. Sebagian pedagang juga menjajakan barang kerajinan unik. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat membuka pagelaran pusaka juga sempat menyapa para pelapak dari sejumlah daerah yang berderet di depan Gedung KORPRI itu. “Ini menandakan Grebeg Suro bukan hanya milik warga Ponorogo,” terang Kang Giri.

Pun, tidak sedikit pengunjung yang datang untuk sekadar berdiskusi soal filosofi keris, sejarah, teknik pembuatan, hingga perawatan pusaka. Grebeg Suro terbukti menjadi ruang ekspresi bagi pelaku budaya dari sejumlah daerah. (kominfo/arm).