Perupa Muda Dominasi Pameran Lukisan Sanggar Zhor Zhamboe
TRANSFORMASI pelaku seni rupa terjadi berkat pameran yang ajek di setiap Grebeg Suro. Sanggar Zhor Zhamboe yang berpameran di Galeri SMEP (gedung eks sekolah menengah ekonomi pertama), Jalan HOS Cokroaminoto Ponorogo, menampilkan 125 lukisan mayoritas karya perupa muda.

MA Fathurrohman, koordinator pameran, menyebut jumlah 25 pelukis yang terlibat dengan menyajikan hasil karya rentang 2023 hingga 2025. Belum satupun dari lukisan-lukisan itu pernah dipamerkan. “Dari 25 pelukis yang ikut pameran masih berstatus mahasiswa dan pelajar. Usia mereka masih di bawah 20 tahun,” katanya di sela-sela pembukaan pameran, Minggu (22/6/2025).
Pihaknya membebaskan perupa memamerkan berapapun karyanya dengan tema Basa Urip atau Bahasa Kehidupan. Namun, tetap ada peran kurator yang menilai sebuah karya lukis itu layak naik pameran atau tidak. “Tujuan besar dari pameran ini ingin mewadahi pelukis muda untuk tetap konsisten berkarya, sekaligus upaya regenerasi seniman,” terang Fathurrohman.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat membuka pameran yang baru akan berakhir Juni itu berharap sanggar Zhor Zhamboe selalu mewarnai agenda event Grebeg Suro setiap tahun. Sebagai bentuk support, Kang Giri menebus beberapa lukisan dari ruang pameran. “Zhor Zhamboe akan turut mendorong Ponorogo menjadi bagian Kota Kreatif UNESCO,” jelasnya.

Bersamaan gelaran Grebeg Suro 2025 juga dihelat festival melukis dengan spot pedestrian Jalan HOS Cokroaminoto. Peserta festival dari khalayak umum serta pelajar tanpa batasan usia. Kalangan perupa berharap kolektor lukisan tertarik datang ke Ponorogo. Mereka juga mengidamkan adanya galeri hingga dapat lebih sering menggelar pameran lukisan. (tim kominfo)