Punya 10 Pelataran, Seluas 4 Hektare, Ada Makam Batoro Katong, Patih Seloaji, Ki Ageng Mirah

KOMPLEKS makam Batoro Katong termasuk venue vital gelaran Grebeg Suro di Ponorogo. Safari ziarah makam selalu diawali dari makam adipati pertama Ponorogo itu. Pun, Kirab Pusaka dan Pawai Lintas Sejarah mengambil start dari komplek makam Batoro Katong yang berada di Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan.

FOTO: ARETHA/KOMINFO PONOROGO

Kompleks makam Batoro Katong memiliki luas sekitar empat hektare yang terbagi dalam 10 pelataran. Di Gedong Utama terdapat pusara Raden Batoro Katong. Sedangkan di gedong-gedong lainnya dimakamkan istri-istri, keturunan, hingga tokoh-tokoh penting lain seperti Ki Ageng Mirah dan Patih Seloaji. “Pelataran makam ini memuat sejarah lengkap tentang keluarga dan lingkaran dekat Batoro Katong. Intinya yang dimakamkan disini adalah keluarga dekat Eyang Batoro Katong,” ujar Permadi, putra juru kunci makam, Rabu (25/6/2025), mewakili orang tuanya yang sedang menunaikan ibadah haji.
Raden Batoro Katong adalah tokoh utama dalam babad Ponorogo. Pemilik nama asli Lembu Kanigoro itu sekaligus juga membangun fondasi nilai-nilai ke-Islam-an di wilayah baru rintisannya. Kompleks makam Batoro Katong, kata Permadi, terbuka bagi masyarakat lintas agama. “Selama pengunjung bersedia menjaga adab dan kesopanan,” ujarnya.

Suasana di kompleks makam Batoro Katong terasa spesial menjelang malam 1 Suro bersamaan bedhol pusaka Ponorogo dari Pringgitan (rumah dinas bupati Ponorogo). Tumbak Kyai Tunggul Nogo, Angkin Cindhe Puspito, Songsong Kyai Tunggul Wulung, tiga pusaka Batoro Katong, lebih dulu diarak untuk diinapkan semalam di kompleks makam. “Juru kunci ikut begadang semalaman menjaga pusaka-pusaka itu,” terang Permadi.

Pusaka Batoro Katong keesokan harinya dikirab pulang ke Pringgitan sebagai pelintas sejarah perpindahan pusat pemerintahan Ponorogo dari Kelurahan Setono ke Kelurahan Mangkujayan seperti sekarang. Tahun-tahun belakangan, dua pusaka baru Tumbak Kyai Pamong Among Geni dan Tumbak Kyai Bromo Geni ikut dikirab pula.

Masyarakat sekitar merasa ikut memiliki makam Batoro Katong. Partisipasi ditunjukkan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Setono yang lokasi gedungnya bersebelahan langsung dengan kompleks makam. Santri MI Ma’rif Setono selalu menyambut kedatangan rombongan Bupati Sugiri Sancoko beserta jajaran Forkopimda yang hendak berziarah. “Anak-anak selalu menunggu momentum seperti ini sekalian ingin menunjukkan kebolehan memainkan musik hadrah,” kata Kepala MI Ma’arif Setono Muhammad Mansur.
Tak urung, rombongan bupati mendapat sambutan lagu Ya Nabi Salam, Assalamualaikum, Anak Sholeh, dan Yalal Wathon dari grup hadrah Haji Batoro Katong. Anggota grup terdiri pelajar kelas IV hingga kelas VI MI Setono. “Anak-anak juga belajar sejarah bahwa di Setono dimakamkan pendiri Ponorogo, putra Brawijaya yang mensyiarkan Agama Islam,” pungkas Mansur. (kominfo/mey)