Gugus Tugas Penghijauan Gandeng Maesa Grup Tanam Biopori Massal di Ponorogo

UPAYA pelestarian lingkungan di Ponorogo mendapat dukungan dari sektor swasta. Yayasan Menabung Air bentukan Maesa Grup kembali menunjukkan kepeduliannya mengkonservasi cadangan air melalui pemasangan biopori secara massal.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Ketua Gugus Tugas Penghijauan Ponorogo Bambang Suhendro menyebut lingkungan RSUD dr Harjono yang akan menjadi lokasi pencanangan sekitar 500 biopori. Pihaknya sedang melakukan survei untuk mengukur efektivitas penanaman biopori di lingkungan rumah sakit pelat merah itu. “Pak Bupati rencananya ikut memasang biopori karena program yang sama sebelumnya sudah berlangsung di setiap RT,” kata Bambang, Selasa (16/7/2025).

Menurut dia, biopori merupakan solusi murah, sederhana, dan efektif untuk mengatasi beragam persoalan lingkungan. Karena merupakan solusi yang mudah, seluruh lapisan masyarakat dapat ikut serta dalam gerakan ini. “Biopori bukan solusi top-down yang mahal. Ini adalah lubang kecil yang membawa perubahan besar. Air akan lebih mudah meresap, mengurangi genangan, menambah cadangan air tanah, sekaligus membantu pengelolaan sampah organik secara alami,” jelas Bambang bersamaan rapat Gugus Tugas Penghijauan di Ruang Bantarangin.

Sementara itu, Andi Widodo, public Relations (PR) Kemitraan Maesa Grup dan Yayasan Menabung Air, menegaskan bahwa pihaknya sudah getol melakukan pemasangan biopori sejak 2017 siilam. Upaya menabung air di dalam tanah itu sekarang berkembang menjadi gerakan lintas sektor. “Kami bekerja sama dengan sejumlah instansi dan perusahaan. Yang terbaru dengan SMKN 1 Ponorogo karena kondisi lahannya minim resapan air akibat dominasi bangunan,” ungkapnya.

Yayasan Menabung Air juga mencanangkan program desa binaan. Desa Ngunut di Kecamatan Babadan yang menjadi percontohan. Diawali dengan penyusunan struktur komite dengan Bupati Sugiri Sancoko sebagai pelindung dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo sebagai pembina program. “Yayasan kami ingin membentuk ekosistem yang ideal, bukan hanya konservasi air. Di situ ada unsur pariwisata dan kegiatan berkelanjutan lainnya,” jelas Andi.

Dia menyebut Yayasan Menabung Air sudah mendapatkan izin untuk memberikan edukasi kepada sekolah-sekolah yang belum meraih predikat Adiwiyata. Kerja sama dengan sejumlah pihak selama ini demi menjaga kelestarian lingkungan di Ponorogo. “Harapan kami akan terbangun budaya cinta lingkungan yang kuat dan berkelanjutan,” pungkas Andi. (kominfo/nky/mey)