Sebagian Wilayah di Ponorogo Aman dari Serangan Wereng, Petani Lakukan Pencegahan Dini

DETEKSI dini agar serangan wereng tidak terjadi. Petani di Kecamatan Babadan sudah melakukan pemantauan ketat sejak tanaman padi berumur 15 hari. “Ketika populasi hama perumpun itu sudah nampak lima pasang, harus sudah dilakukan pengendalian,” kata Yeni Saiful Huda, penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Babadan saat penyemprotan pestisida di persawahan Kelurahan Kertosari, Rabu (16/7/2025).

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Menurut dia, sepasang wereng mampu menghasilkan sebanyak 600 telur. Jika tidak dikendalikan sejak dini, satu batang padi bisa dihinggapi hingga 800 ekor wereng yang menyebabkan tanaman cepat mengering. “Atau lebih dikenal dengan istilah kobong (terbakar), saking banyaknya wereng yang menyerang,” terang PPL yang akrab disapa YSH itu.

Yeni menjelaskan bahwa tidak hanya hama wereng coklat yang menyerang. Melainkan juga ada ancaman wereng hijau yang mengakibatkan tanaman padi menjadi kerdil dan hampa. “Petani harus benar-benar jeli, karena wereng seringkali bersembunyi di batang bagian dalam,” jelasnya.

Penyuluh pertanian sejatinya sudah memberikan peringatan dini tentang ancaman hama wereng sejak tiga hingga empat minggu lalu. Informasi disebar lewat grup WhatsApp kelompok tani. Bersamaan itu, petugas terus melakukan sosialisasi teknis dan pendampingan agar petani memahami pentingnya pengendalian hama wereng berbasis pengamatan. “Wereng berkembang biak sangat cepat, terutama di kondisi iklim kemarau basah seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Yeni juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengendalian. Selain pestisida sintetis, Pemkab Ponorogo juga mendorong penggunaan agen hayati seperti metarhizium. Petani perlu memahami prinsip pestisida berimbang agar tidak menimbulkan resistensi pada hama. “Upaya ini sejalan dengan program pertanian ramah lingkungan yang tercantum dalam arah pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Ponorogo,” ujarnya.

Masih kata Yeni, meskipun petani di lapangan sudah responsif, namun tetap membutuhkan dukungan. Pemkab Ponorogo melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) sudah mendistribusikan bantuan pestisida sekaligus memperkuat pengawasan di lapangan. “Petani sebenarnya sudah berusaha melakukan budi daya secara GAP (good agricultural practices) atau praktik pertanian yang baik. tapi karena beberapa kendala tetap membutuhkan bantuan pemerintah,” ucapnya.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di wilayah Kecamatan Kauman yang relatif aman dari serangan wereng batang coklat. Ketua Kelompok Tani Bantarangin Suprayitno menyebut anggotanya rajin melakukan pengamatan dan pencegahan sejak awal masa tanam. “Para petani selalu datang ke sawah setiap hari untuk mengamati dan memastikan tanaman padi mereka aman dari serangan hama,” tegasnya.

Pun, Kecamatan Kauman tetap terjadwal masuk sasaran gerakan pengendalian hama wereng. Para petani juga melakukan penyemprotan massal memanfaatkan pestisida bantuan pemerintah. “Umur tanaman padi kami sekarang sekitar 60 hari dan kondisinya masih aman,” jelas Suprayitno. (kominfo/mey)