Tiga Tahun Abpednas Ponorogo Jaga Martabat BPD Salurkan Aspirasi Masyarakat
BADAN Permusyawaratan Desa (BPD) juga butuh wadah untuk menyalurkan aspirasi. Mereka berhimpun di Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) yang sudah terbentuk di Ponorogo pada 2022 lalu. Bupati Sugiri Sancoko tidak memungkiri kontribusi Abpednas yang berkekuatan seluruh BPD dalam pembangunan di Ponorogo itu.

“BPD adalah pilar demokrasi di desa. Sedangkan Abpednas menjadi wadah bagi BPD untuk berkomunikasi, bertukar informasi, dan menyampaikan aspirasi terkait permasalahan serta kemajuan desa,” kata Kang Giri saat memberangkatkan peserta jalan sehat yang menandai peringatan ulang tahun ketiga Abpednas Ponorogo di Lapangan Desa Jenangan, Minggu (20/7/2025).
Yang terang, Abpednas mewadahi dan menghimpun BPD di seluruh Indonesia. KANG Aspirasi yang disuarakan BPD selama ini berasal langsung dari akar rumput. Karena itu, sinergi antara BPD, pemerintah desa, pemerintah daerah, bahkan pemerintah pusat menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Indonesia. “Kalau bicara BPD, maka kita sudah tidak lagi berpikir tentang partai politik,” jelas Kang Giri.
Bupati Ponorogo dua periode itu merasakan semangat gotong royong dari anggota dan pimpinan BPD dalam menyuarakan aspirasi masyarakat di tingkat desa selama ini. Penyelenggaraan pemerintahan desa yang demokratis juga tak lepas dari peran BPD. Pun, keberadaan Abpednas ingin meningkatkan martabat BPD. ” Semoga peran BPD semakin top dalam mengawal kebijakan yang baik, partisipatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkas Kang Giri.

Turut hadir di kegiatan Abpednas itu, di antaranya, Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita; anggota Komisi V DPR RI, Ali Mufthi; anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Atika Banowati dan Miseri Effendi; serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Ponorogo. (kominfo/dna)