Bupati Sugiri Contohkan Ternak Ayam Kecil-kecilan di Rumah Dinas, Panen 40 Telur Sehari
KETAHANAN pangan dapat diupayakan dari hal kecil. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memberi contoh sederhana dengan memelihara 50 ekor ayam betina dan dua ekor pejantan. “Saya pelihara ayam di halaman belakang Pringgitan (rumah dinas bupati Ponorogo). Dari situ bisa panen telur minimal 40 butir sehari,” kata Kang Giri saat menerima tamu dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Airlangga, Jumat (25/7/2025) pagi.

Menurut dia, beternak ayam mudah dipraktikkan siapa saja tanpa perlu lahan luas. Kang Giri meyakini mayoritas rumah tangga di Ponorogo memiliki pekarangan sehingga dapat memanfaatkannya untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan.”Kita tidak perlu selalu harus belanja. Cukup ambil.dari pekarangan sendiri,” terangnya.
Lebih jauh, Kang Giri menyampaikan bahwa ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan pangan secara massal. Namun, juga tentang kemandirian dan keberlanjutan di tingkat keluarga. Upaya ini penting sebagai antisipasi terhadap ketidakpastian ekonomi dan krisis pangan global. “Panen sendiri itu seperti kemenangan kecil setiap hari,” tambahnya.

Dalam konteks yang lebih luas, menurut Kang Giri, pendekatan ketahanan pangan berbasis rumah tangga merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi pangan daerah. Ketika masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan luar, risiko gejolak harga dan distribusi bisa ditekan. Ia berharap langkah kecil ini bisa menjadi inspirasi dan pemicu gerakan serupa di lingkungan masyarakat. “Tidak perlu dalam skala besar, cukup mulai dari dua atau tiga ekor ayam, beberapa pot tanaman pangan, atau kolam kecil. Yang terpenting adalah keberlanjutan dan semangat memanfaatkan potensi yang ada,” pungkasnya. (kominfo/dna)