Gelar Meeting Se-Jawa Bagian Timur di Ponorogo, PP Muhammadiyah Terapkan Digitalisasi Sistem Organisasi

PIMPINAN Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) menyelenggarakan regional meeting se-Jawa bagian timur selama tiga hari di Ponorogo. Para delegasi yang mengikuti pertemuan regional di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo itu berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Ketua LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah H Muhammad Jamaluddin Ahmad menegaskan bahwa forum yang berlangsung mulai Jumat (12/9/2025) hingga Minggu (14/9/2205) itu merupakan tindak lanjut dari delapan prioritas program Muktamar Surakarta pada 2022. Salah satunya adalah reformasi organisasi dan digitalisasi sistem organisasi. “Muhammadiyah, termasuk cabang dan rantingnya tidak boleh lari dari dunia digital. Justru harus menggunakannya untuk kebaikan dan dakwah,” kata Jamaluddin dalam sesi pembukaan meeting.

Peserta pertemuan regional yang mengusung tema “Digital Kuat, Cabang Ranting Masjid Hebat” itu mengikuti delapan sesi materi. Jamaluddin menyebut tiga program sistem informasi di lingkup Muhammadiyah. “Kalau  program Sicara, SimasMu dan NotulenMU di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY sudah beres, maka 50 persen lebih tugas LPCR-PM selesai,” jelas Jamaluddin.

Sebab, jumlah cabang dan ranting Muhammadiyah di Jawa Timur sekitar 4.000, Jawa Tengah sekitar 5.000, dan DIY sekitar 500. PP Muhammadiyah ingin menerapkan digitalisasi sistem organisasi hingga tingkat paling bawah dan menyentuh pengelolaan masjid di manapun berada.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Sukadiono mengungkapkan pentingnya penguatan komunikasi dakwah di era sekarang ini.

“Dakwah tidak hanya bicara di depan publik, tetapi juga mendengarkan problem masyarakat. Di situlah Muhammadiyah hadir untuk membantu memberi solusi,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sugiri Sancoko menyampaikan apresiasi karena Ponorogo mendapat kepercayaan sebagai  tuan rumah kegiatan berskala regional itu. “Kami bersyukur Ponorogo menjadi tempat terselenggaranya regional meeting LPCR-PM. Muhammadiyah di Ponorogo sudah sangat luwes, bahkan jumlah cabang lebih banyak dari kecamatannya,” ungkapnya.

Terpisah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo M Safrudin ikut menyambut hangat ratusan delegasi yang datang dari tiga provinsi itu. Melalui regional meeting,  percepatan program digitalisasi bakal berlangsung di lingkup cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY. (kominfo/wbi)