Bupati Sugiri : Ponorogo Bersyukur Menjadi Bagian Perjalanan 100 Tahun Pondok Modern Gontor 

PONDOK Modern Darussalam Gontor memiliki gawe besar menandai 100 tahun hari jadinya. Olimpiade 100 Tahun Gontor dibuka, Senin (22/9/2025), dengan 1.400 peserta yang berasal dari 34 pesantren. Para peserta akan berkompetisi dalam cabang olahraga, seni musik, dan bahasa yang berlangsung hingga 5 Oktober 2025.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat membuka olimpiade itu menyebut Pondok Modern Gontor telah membuktikan bahwa pesantren mampu melahirkan generasi hebat yang siap berkiprah di tingkat nasional bahkan global. “Yang hadir hari ini bukan hanya peserta lomba, tapi calon-calon pemimpin bangsa,” kata Kang Giri –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– dalam acara pembukaan di Lapangan Sepak Bola Pondok Modern Darussalam Gontor.

Menurut Kang Giri, kehadiran Gontor selama ini bukan hanya berperan dalam aspek pendidikan. Namun, juga mengangkat nama Ponorogo di tingkat nasional dan internasional sebagai pusat pendidikan Islam modern dan berwawasan global. “Gontor telah memberi kontribusi besar terhadap citra Ponorogo sebagai Kota Santri. Gontor bukan hanya aset lokal, tapi aset nasional,” tegasnya.

Seni musik yang dikompetisikan di Olimpiade 100 Tahun Gontor meliputi marching band, festival film santri, dan festival musik. Sedangkan kompetisi cabang bahasa dibingkai dalam Gontor Language Championship. Bukan hanya adu kemampuan, ajang ini menampilkan integrasi nilai fisik, estetika, dan intelektual yang selama ini menjadi fondasi pendidikan di Pondok Modern Gontor.

“Melalui Olimpiade ini, peserta tidak hanya tampil sebagai peserta lomba, tetapi sebagai simbol kualitas pendidikan pesantren yang berdaya saing,” imbuh Kang Giri.

Olimpiade 100 Tahun Gontor juga menjadi ruang silaturahmi antar-pondok pesantren. Kang Giri berharap dari interaksi itu muncul jejaring pesantren yang saling memperkuat dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas. “Apa yang dirintis Gontor selama 100 tahun bukan sekadar sejarah, tapi inspirasi untuk masa depan. Ponorogo bersyukur menjadi bagian dari perjalanan itu,” pungkas Kang Giri. (tim kominfo)