Belajar Seru Sambil Bermain dengan Eduwisata Perikanan di UPT BPAT Ponorogo
KECERIAAN terasa di area kolam Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perikanan Budidaya Air Tawar (PBAT) Kabupaten Ponorogo. Ini bersamaan puluhan murid TK Nahdlatul Ulama (NU) Slahung melakukan edukasi wisata (eduwisata) budidaya ikan air tawar, Selasa (9/10/2025).
Anak-anak antusias ketika mengamati tiga blok kolam yang berada di Desa Sedah Kecamatan Jenangan itu. Mereka diajak mengenali berbagai jenis ikan, melihat proses pembenihan, hingga praktik sederhana cara memberi pakan, dan memahami anatomi ikan.

Menurut Maryuni, kepala TK NU Slahung, eduwisata itu memberikan pengalaman berharga bagi peserta didiknya terkait budidaya ikan air tawar. Penting membekali anak-anak dengan pengetahuan tentang seluk beluk ikan yang kaya nutrisi, dan dapat membantu pertumbuhan serta kecerdasan jika rutin mengkonsumsinya. “Karena belajar sambil berwisata, anak-anak lebih mudah menerima ilmu pengetahuan,” terangnya.
Apalagi, anak-anak TK NU Slahung berkesempatan memegang langsung benih ikan nila dan lele. Mereka juga mendapat pembelajaran memelihara ikan dengan baik, menjaga kebersihan kolam, serta menghargai proses alami dalam budidaya. “Kami ingin menanamkan tanggung jawab, disiplin, dan kesabaran melalui kegiatan memelihara ikan,” ujar Maryuni.
Kegembiraan bertambah tatkala anak-anak boleh masuk kolam untuk menangkap ikan. Di akhir acara, mereka mengikuti sesi mengolah ikan menjadi berbagai produk menarik seperti dimsum dan abon. “Anak-anak tampak senang karena pulang membawa oleh-oleh ikan tangkapan mereka,” ungkap Maryuni.

Sementara itu, Nindi, salah seorang wali murid, berkesan dengan pengalaman yang didapat anaknya dari eduwisata di UPT PBAT Ponorogo. Harga retribusi masuk Rp 10 ribu per anak dinilainya sepadan dengan pengetahuan dan kegembiraan yang didapat. “Pengalaman baru yang jarang didapatkan anak dari lingkungan rumah atau sekolah,” ucap Nindi.
Program Eduwisata Perikanan di UPT PBAT Ponorogo menerapkan metode pembelajaran interaktif dan praktik langsung di lapangan. Selain menawarkan transfer pengetahuan tentang budidaya ikan, juga membangun kedekatan dengan alam dan lingkungan. Bahwa pembenihan dan budidaya ikan juga mengenal sertifikasi untuk menjamin higienitas, ramah lingkungan, dan sesuai standar keamanan pangan. (tim kominfo)