Ponorogo Student League 2025 Hidupkan Liga Sepak Bola Pelajar yang Vakum 10 Tahun

SETELAH vakum sekitar satu dekade, kompetisi sepak bola antar pelajar kembali bergulir di Ponorogo. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)  yang menginisiasi Ponorogo Student League 2025 dengan peserta 16 tim sepak bola SMP/MTs  dan 17 tim SMA/SMK/MA.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

“Pertandingan menganut sistem setengah kompetisi. Masing-masing dibagi dalam empat grup untuk tingkat SMP sederajat dan SMA sederajat,” kata Naufal Muhammad Abdul Aziz, ketua panitia Ponorogo Student League 2025, Kamis (9/10/2025).

Tak urung, Ponorogo Student League 2025 bakal berlangsung selama 35 hari di Stadion Batoro Katong. Jadwal kompetisi mulai berputar Sabtu (11/10/2025). Delapan tim terbaik nantinya berhak melaju ke babak perempat final yang mulai menganut sistem gugur. Waktu pertandingan efektif 2×25 menit untuk tingkat SMP dan 2×35 menit untuk tingkat SMA.

Menurut Naufal, gelaran Ponorogo Student League 2025 mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) serta Pegcab PSSI Ponorogo. Selama kompetisi bergulir bakal dilakukan penjaringan pemain berbakat. “Banyak pihak berkeinginan  kompetisi sepak bola pelajar kembali diputar yang terakhir kali digelar pada tahun 2016,” ungkapnya.

Pihaknya berharap Ponorogo Student League menjadi agenda rutin setiap tahun. Bersamaan itu, menghidupkan. lagi sekolah sepak bola yang pernah ada nyaris di setiap kecamatan. “Sekarang ini mayoritas pemain Persepon berasal dari luar daerah. Kami ingin ke depan lebih banyak diperkuat pemain lokal dan hanya bisa tercapai kalau ada pembinaan pemain usia dini,” tegas Naufal.

Juara 1 Ponorogo Student League 2025 berhak atas Piala Bergilir Bupati Ponorogo. Tiga besar tim juga mendapat uang pembinaan. “Harapannya dimulai dari liga pelajar ini, masa kejayaan Persepon akan terulang,” ungkap Naufal. (tim kominfo)