Ratusan Guru di Ponorogo Ikuti Kursus Mahir Pembina Pramuka, Siap Majukan Gugus Depan

MINAT guru menjadi pembina Pramuka cukup tinggi. Terbukti, kursus tingkat mahir yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo bekerja sama dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Ponorogo mampu menjaring 617 guru. 

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko membuka kursus mahir dasar (KMD) dan kursus mahir lanjutan (KML) pembina Pramuka dengan peserta ratusan guru itu di Taman Soko Sewu, Sukorejo, Sabtu (11/10/2025). 

Kang Giri –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– mengapresiasi penyelenggaraan kursus mahir pembina Pramuka yang pesertanya para guru. Dengan begitu, gerakan Pramuka di tingkat gugus depan (gudep) yang ada di setiap sekolah semakin berkembang. “Karena peran pembina yang kompeten, kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab,” katanya.

Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Pramuka Ponorogo itu kembali menegaskan pentingnya gerakan kepanduan dalam membentuk generasi unggul. “Melalui Pramuka, saya yakin masa depan pendidikan Ponorogo akan semakin maju. Kita akan mencetak generasi yang cerdas, terampil, berkarakter, dan bermoral baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Hanuri merinci jumlah peserta KMD pembina Pramuka terdiri 530 orang dan peserta KML berjumlah 87 orang. Mereka adalah guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) jenjang SD hingga SMA. Kursus mahir itu akan berlangsung selama enam hari, mulai 11 hingga 16 Oktober 2025.

“Kegiatan ini bertujuan menyiapkan para guru sebagai pembina Pramuka yang kompeten, sesuai dengan semangat pendidikan yang tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter siswa,” ungkap Nurhadi.

Dia berharap setiap satuan pendidikan di Ponorogo menyelenggarakan ekstrakurikuler Pramuka dlengan dukungan tenaga pendidik yang sudah terlatih. “Peserta kursus mahir akan menjadi pembina gugus depan yang tangguh dan inovatif, serta mampu merancang dan melaksanakan kegiatan  lebih profesional,” jelasnya.

Peserta KMD dan KML pembina Pramuka di Ponorogo itu juga berasal dari Banyuwangi, Sumenep, dan Tulungagung. Peserta termuda berusia 22 tahun dan paling tua 57 tahun. (tim kominfo)