Pengunjung Bergelantungan, Merayap, Memanjat Seru di Wengker Outbond Ponorogo
KESEMPATAN awal bagi 20 peserta latihan dasar kepemimpinan (LDK) OSIS SMPN 2 Babadan dan 10 mahasiswa pegiat lingkungan Universitas Muhammadiyah Ponorogo menjajal fasilitas outbound di Taman Wengker. Mereka di bawah kendali tim instruktur ketika melakukan aktivitas di luar ruangan dengan tujuan pengembangan diri, dan kerja sama tim melalui berbagai permainan dan tantangan itu.

Tak urung, Taman Wengker yang berada di Jalan Raya Ponorogo-Madiun riuh oleh sorak sorai puluhan pelajar dan mahasiswa pada Senin (13/10/2025). Mereka bergelantungan melewati jaring laba-laba, merayap di bawah rintangan, meniti jembatan tali, memanjat rope climbing, serta berlari menghindari ban zig-zag.
Aura Setia Karisma Putri, siswi SMPN 2 Babadan, mengaku sangat senang dapat mengikuti outbound. Kendati di awal sempat ragu apakah mampu menaklukkan sejumlah rintangan. “Setelah mampu lolos satu rintangan, penasaran ingin mencoba rintangan yang lain. Sensasi latihan dan menyusun strategi melewati rintangan ternyata seru sekali,” kata Naura.
Dia bersama peserta yang lain setidaknya mencoba tujuh fasilitas outbound di Taman Wengker. Jaring laba-laba dan jembatan tiga tali yang paling menantang. “Kalau tidak konsentrasi lansung jatuh. Tapi yang paling sulit saat harus merangkak tiarap di bawah tali, soalnya butuh tenaga ekstra,” ungkap Aura.
Sementara itu, Rosmiati, pengendali Dampak Lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo yang mengelola Taman Wengker, mengungkapkan bakal terus meningkatkan fasilitas untuk pengunjung. Namun, tetap mempertahankan fungsi Taman Wengker sebagai pusat pembibitan tanaman, tempat pengenalan beragam jenis flora, serta pelestarian keanekaragaman hayati. “Pengunjung mendapatkan eduwisata sekaligus melakukan outbond,” terangnya.

Dia membenarkan bahwa penambahan fasilitas outbound bertujuan meningkatkan kunjungan yang berarti memberikan sumbangsih bagi pendapatan asli daerah (PAD). Wengker Outbond Ponorogo terbuka untuk berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum. “Kami terus berupaya supaya Taman Wengker lebih tertata, lebih hidup, lebih asri sehingga semakin layak dikunjungi,” pungkasnya. (tim kominfo)