DLH Ponorogo Lima Tahun Rawat Mata Air Taman Sari dengan Reboisasi
LANGKAH tepat menjaga mata air Taman Sari di Desa Munggung Kecamatan Pulung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo kembali melakukan reboisasi di kawasan sumber air alami itu dengan menanam sebanyak 300 bibit tanaman keras berbagai jenis, Kamis (30/10/2025).
“Kami sudah melakukan reboisasi di area mata air Taman Sari sejak 2021 lalu,” kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup di DLH Ponorogo Ervinna Nurdiyanti.

SINERGI: DLH bersama unsur-unsur masyarakat lakukan reboisasi
Pihaknya dalam reboisasi kali ini melibatkan masyarakat, perangkat desa, babinsa, dan aktivis pelestari lingkungan dari komunitas Hijau Lestari. Bibit beringin, pete, pucung, sirsak manis, palem, dan tabebuya ditanam di sepanjang akses jalan masuk dan dekat mata air yang berada di petak hutan pangkuan Perhutani dengan ketinggian 690 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.
Ervinna menyebut mata air Taman Sari memegang peran vital dalam pemenuhan kebutuhan irigasi sawah sekitar tujuh hektare. Selain itu, menjadi sumber pasokan air bersih bagi mayoritas masyarakat Desa Munggung. “Keberadaan vegetasi pohon akan membantu menjaga ekosistem di sekitar mata air dan mencegah kekeringan,” terangnya.

Selain menanam bibit pohon, para relawan juga melakukan monitoring hasil reboisasi tahun-tahun sebelumnya. Pepohonan yang tumbuh subur di kawasan mata air Taman Sari memberikan sejumlah manfaat.
Di antaranya, menyerap dan menyimpan air tanah sehingga menjaga debit air tetap stabil, serta meningkatkan kualitas air dengan menyaring polutan dan menyerap nutrisi berlebih. (kominfo/gaus)