Mahasiswa Ponorogo Turun ke Desa-Desa Upadate Data Produk Barang dan Jasa

DATA produk barang dan jasa di seluruh desa di Ponorogo bakal ter-update. Bupati Sugiri Sancoko melepas sebanyak 77 mahasiswa FISIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) dan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin (IAIRM) Ngabar Ponorogo untuk melakukan pendataan potensi 140 desa itu, Senin (3/11/2025).

Pendataan produk barang dan jasa yang akan berlangsung sebulan tersebut bagian dari upaya Pemkab Ponorogo untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam program Lapak Bumi dan Lapak Langit.

FOTO: ARETHA/KOMINFO PONOROGO
Bupati Sugiri Sancoko melepas 77 mahasiswa FISIP UMPO dan Fakultas Syariah IAIRM Ngabar untuk mendata potensi produk barang dan jasa di 140 desa

Bahkan, Kang Giri –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– mencanangkan platform online shop UMKM. ” Digitalisasi UMKM melalui program Lapak Langit yang pembayaran nantinya menggunakan sistem Ponorogo Pay atau uang digital. Ponorogo Pay hanya bisa digunakan untuk berbelanja di UMKM sebagai upaya menggerakkan ekonomi desa dan mendukung produk lokal,” kata Bupati Sugiri Sancoko saat melepas puluhan mahasiswa dari serambi belakang Pringgitan.

Mahasiswa FISIP UMPO dan Fakultas Fakultas Syariah IAIRM Ngabar terlibat pendataan gelombang pertama. Praktikum dan pengabdian masyarakat dalam gelombang kedua akan menyentuh 281 desa dan 26 kelurahan yang ada di Ponorogo. Kang Giri –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– kembali menekankan pola kolaborasi sebagai kunci kemajuan. “Melibatkan semua pihak, tanpa kecuali mahasiswa serta masyarakat untuk mendorong UMKM di Ponorogo semakin unggul dan berdsys saing tinggi,” terangnya.

Sementara itu, Robby Darwis Nasution, dekan FISIP UMPO, mengaku sudah memberi pembekalan para mahasiswa selama satu bulan sebelum turun ke desa-desa. Mereka akan mendata produk barang dan jasa berbasis Google Form. “DIdapat gambaran produk apa saja di desa-desa yang akan dipasarkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor IAIRM Ngabar Darul Ma’arif menyebut kegiatan praktikum dan pengabdian masyarakat itu memberikan pembelajaran langsung kepada mahasiswanya. Mereka akan terlibat dalam identifikasi produk berikut pola pemasaran. “Ini pilot project pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan di Ponorogo,” ungkapnya. (kominfo/dta)