Lisdyarita Sodorkan Pilihan Relokasi Hunian untuk Korban Longsor Wagir Kidul

TIDAK ada lagi alternatif selain merelokasi hunian empat kepala keluarga (KK) terdampak longsor di Dukuh Bangunsari Desa Wagir Kidul Kecamatan Pulung. Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengajukan satu-satunya pilihan itu ketika mengunjungi para korban, Kamis (20/11/2025). 

“Kontur tanah yang labil tidak memungkinkan untuk mendirikan bangunan. Kita akan pindahkan agar longsor tidak terulang,” kata Bunda Lis –sapaan Lisdyarita.

FOTO : ARETHA/KOMINFO PONOROGO 
Plt Bupati Lisdyarita bersama tim gabungan BPBD meninjau titik longsor Wagir Kidul, Kamis (20/11/2025).

Bunda Lis mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas musibah longsor yang terjadi Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 16.00 itu. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak siang mengakibatkan tebing setinggi 10 meter dengan panjang 20 meter runtuh menimpa pemukiman. 

Material longsor juga menutup jalan poros desa yang tertimbun sedalam lima meter. Seorang pengguna jalan terluka hingga harus dirujuk ke RSUD dr Harjono, Total  ada 7 kendaraan (3 mobil dan 4 sepeda motor) ikut tertimbun. Terdata empat KK dengan 11 jiwa terdampak langsung.

Bunda Lis menegaskan bahwa penanganan bencana longsor itu akan melibatkan sejumlah perangkat daerah di lingkup Pemkab Ponorogo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat, dan kepala desa. “Kami semua semangat untuk membantu meringankan beban para korban,” jelasnya.

Menurut Bunda Lis, mitigasi bencana longsor jangka panjang perlu membentuk vegetasi berupa tanaman dengan perakaran yang kuat untuk meningkatkan infiltrasi air hujan dan menghambat aliran permukaan. “Harus ada tanaman penyerap air. Dengan BPBD, kita berencana menggunakan tanaman vetiver (akar wangi) yang mampu mencegah longsor karena menambat tanah,” ungkapnya.

Sementara itu, BPBD menyatakan status keadaan darurat di area bencana karena masih ada potensi longsor susulan. Petugas gabungan dari BPBD, Koramil dan Polsek Pulung, serta perangkat desa sudah melakukan kaji cepat dengan  pembersihan material longsor. Alat berat dikerahkan untuk membuka akses jalan desa. BPBD juga mendata kebutuhan berupa tambahan alat berat, dukungan logistik seperti sembako, lauk,  perbekalan, terpal, alas tidur, selimut, paket sandang, perlengkapan masak, dan paket kebersihan untuk warga terdampak. (kominfo/art)