Mahasiswa FKM UNAIR Terjun ke Desa, Pemkab Ponorogo Sambut Program PKL Gebrak UKS Pren

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyambut pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya yang mengusung program Gebrak UKS Pren. Sebanyak 220 mahasiswa resmi diterjunkan untuk melakukan pengabdian masyarakat dengan fokus peningkatan kesehatan pelajar.

Pembukaan PKL digelar di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Siman dan Kecamatan Jenangan, dengan total 20 desa sebagai lokus kegiatan, masing-masing 10 desa di setiap kecamatan.

Koordinator PKL Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat UNAIR, Damai Arum Pratiwi, menjelaskan bahwa pelaksanaan PKL tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya PKL dilaksanakan di Kecamatan Babadan dan Kauman, pada tahun 2026 kegiatan difokuskan di Siman dan Jenangan.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

“PKL ini berbeda dengan KKN. PKL dilaksanakan oleh fakultas, sedangkan KKN merupakan program universitas. Tahun ini kami mengusung tema Gebrak UKS Pren yang direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo,” ujar Damai.

Gebrak UKS Pren merupakan singkatan dari Gerakan Bersama Kewirausahaan dalam Meningkatkan Usaha Kesehatan Sekolah Pelajar Keren. Program ini bertujuan menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini melalui penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Menurut Damai, pelajar diharapkan dapat menjadi agen perubahan kesehatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. “Basis pergerakan kami adalah dari masyarakat dan untuk masyarakat. Dengan peningkatan kesehatan sejak dini, pelajar diharapkan mampu membawa perubahan positif di lingkungannya,” katanya.

PKL akan berlangsung selama satu bulan, mulai 5 Januari hingga 3 Februari 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa akan tinggal dan beraktivitas langsung di desa dan kelurahan lokasi PKL. Program ini juga memuat unsur kewirausahaan yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk wali murid.

“Tahun ini seluruh peserta PKL berasal dari Universitas Airlangga tanpa keterlibatan mahasiswa asing. Kami berharap mahasiswa dapat lebih fokus dan memberikan kontribusi maksimal bagi masyarakat Ponorogo,” tambah Damai.

Sementara itu, Wakil Dekan I FKM UNAIR sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan, Ira Nirmala, menekankan pentingnya peningkatan literasi kesehatan di kalangan remaja. Ia berharap mahasiswa mampu memberdayakan sekolah-sekolah, khususnya dalam penguatan dan pembentukan UKS.

“Jika di sekolah belum terdapat UKS, mahasiswa diharapkan dapat memberikan panduan teknis agar UKS dapat diupayakan. UKS sangat penting untuk mendukung kesehatan di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengapresiasi kehadiran mahasiswa PKL FKM UNAIR dan kontribusi akademik yang akan diberikan kepada masyarakat. Ia mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan.

“Jika biasanya hanya teori, sekarang saatnya praktik dan bertemu langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Lis juga mengajak mahasiswa untuk mengenal potensi wisata dan budaya Ponorogo. “Selain mengabdi, silakan menikmati Ponorogo. Ada Telaga Ngebel, Monumen Reog, dan pertunjukan Reog Ponorogo yang telah diakui UNESCO,” pungkasnya.