Kenang Tragedi TPA Leuwigajah dengan Gerakan Jumat Bersih Masal di Ponorogo
DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo sedang menyiapkan gawe besar menandai peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh 21 Februari 2026 mendatang. Yakni, aksi bersih-bersih sampah masal yang melibatkan kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), pasukan hijau, pelajar, hingga pedagang kaki lima (PKL).
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Adhi Fahrianto Sulistyawan sudah sudah memilih hari baik dalam memperingati HPSN 2026. Yakni, tanggal 13 Februari bertepatan dengan hari Jumat. “Kami gandengkan dengan gerakan Jumat Bersih untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan, termasuk kebersihan kota dan ruang-ruang publik,” kata Adhi dalam rapat koordiasi Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Senin (9/2/2026).

Menurut dia, kerja bakti membersihkan sampah sebenarnya sudah membudaya di Ponorogo melalui kerja bakti saban Jumat. Pun, peringatan HPSN untuk mengenang tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada 21 Februari 2005 yang menelan 157 korban jiwa. “Di Ponorogo tinggal perlu penguatan komitmen bersama dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan,” jelasnya.
Pihaknya bakal mengerahkan tiga unit dumptruck (truk jungkit) dan sepeda motor roda tiga yang siap menjemput kumpulan sampah hasil kerja bakti. Adhi menyebut lokasi kerja bakti terkonsentrasi di kawasan Jalan Suromenggolo, Stadion Batoro Katong, Sungai Tambak Kemangi, serta Pasar Legi. “Kami juga mengimbau seluruh perangkat daerah dan satuan pendidikan turut melaksanakan kerja bakti serentak di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Sebelum memulai gerakan Jumat Bersih, imbuh Adhi, peserta lebih dulu mengikuti apel pagi di sekitaran panggung Mixzone Creative Hub Beras Kutah. Bersamaan itu, akan diserahkan bantuan tong sampah, alat kebersihan, dan tiga unit sepeda motor listrik sebagai apresiasi kepada tenaga pengumpul sampah. “Mudah-mudahan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk mengurangi dan menangani sampah. Caranya dengan mengumpulkan, memilah, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah,” pungkasnya. (kominfo/dna/arm)