Transformasi Budaya Kerja ASN, Pemkab Ponorogo Siapkan Area Parkir Khusus Sepeda
TERITUNG mulai Jumat (10/4/2026) besok, ASN (Aparatur Sipil Negara) di Ponorogo akan menjalani pola kerja baru yang lebih hemat, sehat, dan efisien. Mereka naik sepeda, berjalan kaki, atau menggunakan moda transportasi non-bahan bakar fosil saat berangkat dan pulang kerja. Bersamaan itu, Pemkab Ponorogo menyiapkan fasilitas pendukung berupa area parkir sepeda sekaligus sistem pengamanannya.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Ponorogo Bambang Suhendro menegaskan bahwa kebijakan itu merupakan bagian dari transformasi budaya kerja ASN. Tujuannya adalah pembentukan kebiasaan kerja yang lebih hemat energi dan semakin tertata. “Program transformasi budaya kerja ASN bertujuan membangun pola kerja baru yang lebih hemat, efisien, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Transformasi ini dimaknai sebagai perubahan menuju kebiasaan yang lebih baik, lebih tertata, serta menuju budaya kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan sekarang ini,” kata Bambang, Kamis (9/4/2026).
Menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan tempat parkir khusus bagi ASN yang masuk kantor naik sepeda di Graha Krida Praja. Areanya menempati lahan parkir antara Gedung Kas Daerah dan Gedung Lantai 8 (sebutan Graha Krida Praja yang juga tempat bupati Ponorogo berkantor). “Karena ada anjuran naik sepeda sebagai bagian dari transformasi budaya kerja, maka aspek kenyamanan dan keamanan tempat parkir perlu menjadi perhatian. Penggunaan sepeda tidak akan efektif kalau fasilitas pendukungnya tidak disiapkan dengan baik,” jelas Bambang Gulo –sapaan Bambang Suhendro.

Area parkir khusus sepeda itu menganut one gate system atau satu pintu masuk yang sama dengan pintu keluar. Setiap pengguna sepeda akan mendapatkan kartu parkir gratis yang harus ditunjukkan saat masuk maupun keluar area parkir. “Setiap pengguna yang membawa sepeda akan memperoleh kartu parkir gratis yang harus ditunjukkan saat masuk maupun keluar. Meskipun kartu parkir ini terlihat sederhana, fungsinya sangat penting, sehingga pengguna perlu menjaganya agar tidak sampai hilang,” terangnya.
Tak hanya itu, pengamanan area parkir disiapkan secara berlapis. Selain sistem kartu parkir, kawasan yang akan dilengkapi CCTV serta pengawasan petugas gabungan dari satpol PP, dinas perhubungan, dan petugas keamanan kawasan lantai 8. “Suasana parkir yang aman dan tertib ini bisa menumbuhkan rasa nyaman bagi ASN yang mulai beralih menggunakan sepeda,” ungkap Bambang Gulo.

Dari hasil perhitungan sementara, area parkir yang disiapkan mampu menampung sekitar 200 hingga 300 sepeda. Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk menampung kebutuhan ASN di lingkup Gedung lantai 8. Jika dalam pelaksanaannya nanti jumlah sepeda melebihi kapasitas, Pemkab Ponorogo akan menyiapkan tempat alternatif agar parkir tetap tertata tanpa harus membuka lahan baru.
Sementara itu, untuk tamu maupun kendaraan roda dua dan roda empat lainnya, parkir akan diarahkan ke sebelah utara Graha Krida Praja agar tidak bercampur dengan parkir sepeda. Bambang menegaskan, semua upaya itu untuk membangun kebiasaan kerja baru yang lebih hemat dan bertanggung jawab. “Yang paling penting bukan hanya soal teknis penghematan, tetapi menciptakan budaya yang benar-benar hidup di lingkungan kerja,” pungkasnya. (kominfo/mey)