Bunda Lisdyarita Datangi Parapatan Cabang, PSHT Ponorogo Siap Membersamai
HARAPAN besar digantungkan pada Parapatan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo Pusat Madiun yang berlangsung Minggu (26/4/2026). Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengharapkan kontribusi nyata PSHT terhadap pembangunan daerah pasca gelaran forum tertinggi organisasi di tingkat cabang itu. “Karena parapatan menjadi momentum strategis dalam memperkuat tata kelola organisasi dan konsolidasi internal,” kata Bunda Lis –sapaan Lisdyarita– saat hadir di Padepokan PSHT Cabang Ponorogo.
Bunda Lis menyampaikan apresiasi yang tinggi karena keluarga besar PSHT sudah berperan aktif menjaga persaudaraan, membina generasi muda, menanamkan nilai kedisiplinan, serta ikut menjaga keamanan. Dia meyakini pelaksanaan parapatan cabang tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan melalui mekanisme musyawarah. “Proses ini menjadi kunci lahirnya kepemimpinan yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan ke depan,” terangnya.
Bunda Lis juga berharap kepengurusan yang baru akan memiliki integritas dan komitmen kuat dalam memajukan organisasi serta mampu bersinergi mendukung pembangunan daerah. “Saya meyakini akan terpilih pengurus yang amanah, bijaksana, memiliki integritas, serta mampu membawa PSHT Ponorogo semakin maju dan solid,” imbuhnya.

Menurut Bunda Lis, PSHT selamamini berperan menjunjung nilai luhur dan budaya bangsa. Selain itu, generasi muda binaan PSHT Ponorogo mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. “Mari bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun Ponorogo yang hebat dan bermartabat,” ungkapnya.
Sementara itu, Khomarudin, ketua PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun, menegaskan bahwa parapatan cabang merupakan amanat organisasi yang wajib dilaksanakan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Parapatan adalah bentuk komitmen dalam menjaga tata kelola organisasi yang tertib dan sesuai aturan.
“Siapapun yang akan terpilih menjadi Ketua PSHT Ponorogo harus memberikan kekuatan, contoh, serta teladan. Selain itu, memberikan kertas putih bersih seperti hati yang bersinar. Dan kertas ini harus kita tulis dengan tinta emas,” tegasnya.
Khomarudin balik mengapresiasi Bunda Lis yang sudah meluangkan waktu hadir di parapatan cabang. Kepedulian itu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program kemasyarakatan. “PSHT Cabang Ponorogo akan membersamai dan mendampingi pemimpin yang memiliki konsep jelas untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Moerjoko HW menyebut i parapatan tidak hanya menentukan arah kepemimpinan. Namun, juga memperkuat legitimasi organisasi di tingkat cabang. Moerjoko sempat menyinggung dinamika aspek legalitas organisasinya terkait dengan status badan hukum. “PSHT Pusat Madiun tetap memiliki kekuatan hukum melalui kepemilikan hak merek yang sah,” tandasnya.
Karena itu, warga PSHT Pusat Madiun tidak perlu gentar. Moerjoko menekankan identitas organisasi seperti nama, lambang, logo, hingga atribut resmi PSHT sudah memiliki perlindungan hukum dalam bentuk hak merek di kelas 41. Yakni, mencakup bidang seni, olahraga, bela diri, dan kebudayaan. “Ini sudah menjadi dasar kuat dalam menjaga eksistensi organisasi dari klaim pihak lain,” tukasnya.

Senada, Ketua Dewan PSHT Pusat Madiun Issoebiantoro mengajak seluruh anggota untuk tetap menjaga kekompakan dan tidak mudah terpecah belah. Dia menekankan pentingnya berpegang pada pedoman organisasi serta mengedepankan komunikasi yang baik. “Tidak perlu saling berselisih. Baca buku putih, ikuti prosedurnya. Tidak usah berdebat-debat, jangan bertindak sendiri-sendiri berdasarkan kabar yang tidak jelas,” pintanya.
Dirinya juga mendorong agar pengelolaan organisasi ke depan dilakukan secara profesional sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat dan daerah. “Saya menginginkan pengelolaan yang profesional sehingga Ponorogo menjadi ikonnya SH Terate,” pungkasnya. (kominfo/mey)