Peduli Kondisi Kesehatan Lansia di Ponorogo sebagai Apresiasi Jasa Mereka
KAUM lanjut usia (lansia) perlu perlakuan khusus. Penduduk berusia 60 tahun ke atas itu mendapatkan layanan cek kesehatan gratis (CKG) bersamaan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 di Kabupaten Ponorogo.
“Upaya deteksi dini berbagai masalah kesehatan pada kelompok lanjut usia sekaligus untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti, Jumat (26/6/2026).
Pihaknya tidak bekerja sendirian saat CKG yang berlangsung di Gedung Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo pada Kamis (25/06/2026) itu. Namun, bersinergi dengan Sentra Terpadu Kartini Temanggung –unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Kementerian Sosial Republik Indonesia– serta Dinsos P3A Ponorogo.
“Lansia adalah tahapan perkembangan akhir pada manusia di mana seseorang telah mengalami proses penuaan yang ditandai dengan penurunan berbagai fungsi fisik dan organ tubuh,” terang Dyah Ayu.

Kelompok lansia, lanjut dia, rentan terjangkit penyakit tidak menular (PTM) maupun berbagai komplikasi gangguan kesehatan lainnya. Melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, berbagai faktor risiko itu dapat terdeteksi sedari awal sebelum berkembang menjadi penyakit kronis. “Kondisi kesehatan mereka perlu dipantau secara berkala sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan peran penting para lansia,” imbuhnya.
Tak urung, sebanyak 40 lansia menjalani serangkaian skrining kesehatan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, cek darah, pemeriksaan ketajaman indera, hingga konsultasi dokter. Pemeriksaan difokuskan pada pemeriksaan fisik dasar, skrining PTM, pemeriksaan fungsi indera, skrining geriatri, serta skrining kesehatan jiwa.
“Dinas kesehatan yang menyiapkan tenaga medis dan alat kesehatan. Sedangkan dinsos P3A berperan memobilisasi peserta dan dukungan bantuan sosial. Kegiatan ini tidak hanya menyentuh aspek medis, tetapi sekaligus kesejahteraan sosial,” terangnya.
Rampung menjalani CKG, puluhan lansia itu dapat langsung mengetahui status kesehatan mereka. Tenaga medis merekomendasikan konseling maupun rujukan ke fasilitas jika perlu. “Kasus hipertensi yang paling banyak ditemukan di kalangan lansia sehingga perlu langkah preventif sebelum muncul stroke
atau serangan jantung,” ungkapnya.

Dyah Ayu menilai kondisi kesehatan lansia di Ponorogo memerlukan penilaian yang lebih komprehensif. Ini untuk mengukur tingkat kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. “Pelaksanaan CKG bentuk dukungan nyata terhadap program Pemerintah Pusat dalam memperluas cakupan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada 2026 ini, target cakupan CKG sebesar 45 persen untuk seluruh kelompok usia dan 55 persen khusus kelompok lansia. “Pemkab Ponorogo berkomitmen memenuhi standar pelayanan minimal kesehatan para lanjut usia,” tegas Dyah Ayu.
Masih kata dia, peran keluarga penting sebagai support system bagi para lansia. Bentuknya lewat pendampingan emosional, penyediaan gizi yang baik, membantu akses menuju fasilitas kesehatan, maupun menjaga mereka tetap aktif bersosialisasi. “Para lansia harus tetap semangat dengan melakukan aktivitas fisik ringan dan rutin memeriksakan kesehatan,” pungkasnya. (kominfo/mey)