Haul Ke-311 Kiai Ageng Nur Shodiq Al-Hafidz yang Andil Dirikan Pesantren Tegalsari

GELAR kiai ageng sekaligus hafidz disematkan kepada Nur Shodiq karena jasanya ikut mendirikan Pesantren Gebang Tinatar dan penghafal Al-Qur’an. Nama lengkap adik kandung Kiai Ageng Muhammad Besari itu adalah Kiai Ageng Nur Shodiq Al-Hafidz yang haulnya ke-311 berlangsung di kompleks makam Masjid Jami’ Tegalsari, tepatnya di utara Makam Kiai Ageng Nur Shodiq, Sabtu (27/6/2026).

‎Ratusan jemaah mengikuti manaqif kubro di makam Kiai Ageng Nur Shodiq Al-Hafidz yang wafat tahun 1715. Pengasuh Pondok Pesantren Al Barokah Mangunsuman Ponorogo KH Imam Suyono dalam ceramahnya saat memimpin manaqif kubro menyebut jasa-jasa almarhum.‎

FOTO: KIM Besari Desa Tegalsari

“Kiai Ageng Nur Shodiq Al-Hafidz yang‎mengelola dan mengurusi semua hal terkait kebutuhan santri di Pesantren Gebang Tinatar atau Pesantren Tegalsari. Shahibul haul (almarhum) juga dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an,” kata Imam Suyono.

‎‎Sedangkan Kiai Ageng Muhammad Besari yang memimpin Pesantren Tegalsari. Di antaranya, bertanggung jawab atas semua proses pendidikan, memberikan pelajaran agama Islam, serta memperdalam olah rasa para santri. ‎‎Selain itu, Kiai Ageng Nur Shodiq Al-Hafidz juga adik kandung dari Kiai Khotib Anom, penghulu di Kalangbret, Tulungagung.

Tiga kakak beradik putra Kiai Anom Besari, ulama dan penyebar Islam di Caruban, Kabupaten Madiun, itu sama-sama berguru kepada Kiai Danapura di Dukuh Setono Desa Tegalsari Kecamatan Jetis, Ponorogo.‎

“Kita beruntung dikenalkan dengan tiga bersaudara, yaitu Kiai Khotib Anom, Kiai Muhammad Besari, dan Kiai Nur Shodiq. Mereka adalah kekasih Gusti Allah,” terang Imam Suyono. ‎

Sementara itu, Kepala Desa Tegalsari Khoirul Huda mengungkapkan rangkaian haul berupa Semaan Al-Qur’an pada Jumat (26/6/2026) malam, berlanjut keesokan harinya dengan penggantian kain mori penutup nisan dan tabur bunga. “Manaqib kubro sebagai puncak haul,” ujarnya. (tim kominfo)