Pelantikan 46 Pengurus Baru Kwarcab Pramuka Ponorogo, Gerak Organisasi Lebih Kolektif

MULAI muscab hingga pelantikan pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Ponorogo Masa Bakti 2026-2031, Plt Bupati Lisdyarita terus mengawal. Bahkan, Bunda Lis –sapaan kan Lisdyarita– selaku ketua majelis pembimbing cabang (mabicab) mensyaratkan penguatan struktur organisasi di kwarcab dengan penunjukan wakil ketua dalam jumlah lebih banyak.

Tak urung, jumlah pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Ponorogo yang dilantik di Pendopo Agung, Selasa (30/06/2026), mencapai 46 orang. “Saya berharap roda organisasi dalam kepengurusan baru berjalan lebih kolektif. Ini akan mampu memperkuat peran Gerakan Pramuka Ponorogo sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus meningkatkan kontribusi sosial bagi masyarakat,” kata Bunda Lis.

Kak Lisdyarita –sapaan akrab Bunda Lis di lingkungan Pramuka– mengapresiasi dedikasi pengurus kwarcab periode sebelumnya. Kepengurusan akan menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan. “Gerakan Pramuka Ponorogo selama ini telah menunjukkan pera nyata dalam membina anggota muda maupun anggota yang telah senior dengan berbagai kegiatan pendidikan dan keterampilan,” jelasnya.

Gerakan Pramuka sejatinya menjadi tempat mengasah, mengasih, dan mengasuh. Pun, sebagai kawah candradimuka bagi para anggota dewasa melalui berbagai jenjang kursus. Kak Lisdyarita mengaskan bahwa keberadaan Gerakan Pramuka tidak sebatas organisasi kepemudaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pengabdian kepada masyarakat.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

“Melakukan bakti sosial, mulai dari pemugaran rumah tidak layak huni, bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana, hingga keterlibatan dalam pengamanan kegiatan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Arum Sabil menekankan bahwa pelantikan pengurus Kwarcab Ponorogo menjadi awal tanggung jawab besar dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. Sebab, generasi muda saat ini hidup dalam perkembangan teknologi yang sangat cepat, mulai dari era digital, kecerdasan buatan, media sosial, hingga persaingan global. Kondisi itu membawa konsekuensi peluang sekaligus tantangan, terutama dalam menjaga karakter, nasionalisme, dan kepedulian sosial. “Indonesia sedang memasuki era bonus demografi, dengan lebih dari setengah penduduk berada pada usia produktif yang merupakan peluang besar. Sebaliknya, menjadi tantangan apabila generasi muda tidak dibekali dengan karakter yang kuat,” jelasnya.

Arum menambahkan, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam pendidikan karakter karena tidak hanya memberikan keterampilan kepramukaan, tetapi juga membentuk nilai kepemimpinan, disiplin, gotong royong, dan cinta tanah air. “Pramuka hadir bukan hanya untuk mengajarkan cara mendirikan tenda, membuat simpul, atau melaksanakan upacara. Pramuka hadir untuk menumbuhkan kepedulian di tengah kuatnya sikap individualistis, menumbuhkan gotong royong di tengah kompetisi, menumbuhkan cinta tanah air di tengah arus globalisasi,” imbuhnya.

Dia menilai Ponorogo memiliki kekuatan budaya dan sejarah yang selaras dengan nilai-nilai Gerakan Pramuka. Filosofi keberanian, kerja sama, dan ketangguhan yang tercermin dalam budaya Ponorogo menjadi modal penting dalam mencetak generasi muda berkarakter. “Oleh karena itu, saya meyakini Kwartir Cabang Ponorogo memiliki modal sosial dan modal budaya yang luar biasa untuk menjadi salah satu Kwartir Cabang terdepan di Jawa Timur. Apabila nilai-nilai luhur Ponorogo dipadukan dengan semangat Gerakan Pramuka, maka akan lahir generasi muda yang cerdas, berkarakter, berbudaya, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Pihaknya juga mendorong Kwarcab Ponorogo untuk mengambil peran aktif dalam program Pramuka Produktif yang menjadi arah kebijakan besar Gerakan Pramuka Jawa Timur. Ini agar Gerakan Pramuka tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan pengabdian. Program strategis yang telah bergulir, di antaranya, renovasi 1.000 rumah tidak layak huni, penguatan ketahanan pangan, pemanfaatan sumber daya lokal, program energi baru terbarukan, kepedulian lingkungan, serta edukasi masyarakat melalui media kreatif.

“Pramuka Produktif adalah gerakan nyata pengabdian, di mana Pramuka hadir sebagai solusi atas berbagai permasalahan sosial di tengah masyarakat. Bahkan melalui kegiatan Perkemahan Wirakarya Pramuka Produktif, adik-adik Pramuka Penegak dan Pandega akan terjun langsung ke masyarakat, bekerja, berkarya, dan memberikan manfaat nyata, bukan hanya belajar di dalam perkemahan,” pungkasnya. (kominfo/mey)