Kutho Kulon Bersiap Gelar Grebeg Tutup Suro 2026, Monumen Bantarangin Jadi Venue Utama

GEGAP gempita Grebeg Suro  2026 belum sepenuhnya usai di Ponorogo. Pamungkas perayaan besar menyambut datangnya Tahun Baru Islam itu akan kembali berlangsung di Kutho Kulon atau eks Pembantu Bupati Somoroto.

“Grebeg Tutup Suro merupakan event rutin tahunan, agenda kegiatan tahun ini berlangsung selama lima hari,” kata Toni saat memimpin rapat persiapan Grebeg Tutup Suro 2026 di aula Kecamatan Kauman, Rabu (1/7/2026).

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Pun, Monumen Bantarangin bakal menjadi venue utama. Toni menyebut side event berupa Simaan Al-Qur’an, pertunjukan reog,  pameran pusaka, bedhol pusaka, kirab pusaka, hingga buceng purak. “Grebeg Tutup Suro tidak pernah absen sejak Monumen Bantarangin berdiri di Desa Somoroto Kecamatan Kauman pada 2007 lalu,” terangnya.

Menurut dia, warga Kutho Kulon selalu menanti-nantikan gelaran Grebeg Tutup Suro. Masyarakat juga menyemut di sepanjang rute Kirab Budaya Bantarangin. Pun, panggung di Monumen Bantarangin tidak pernah sepi penonton selama beragam pertunjukan kesenian dihelat. “Grebeg Tutup Suro menjadi bentuk pelestarian budaya dengan kerja sama yang kuat antar elemen masyarakat,” jelas Toni sembari menyebut kepanitiaan melibatkan seniman, tokoh masyarakat, unsur TNI dan Polri, serta elemen lainnya.

Sementara itu, Amin, bupati Ponorogo periode 2010 -2015, berharap  keberlanjutan Grebeg Tutup Suro karena merupakan warisan para pendahulu. Amin juga meminta desa-desa di wilayah PB Somoroto tidak menggelar Kirab Suro secara parsial. Namun, bergabung dengan Kirab Budaya Bantarangin. “Kutho Kulon itu termasuk Kecamatan Sukorejo, Sampung, Badegan, Kecamatan Jambon,” ungkap mantan kepala Desa Tosanan itu. (kominfo/wbi)