Ponorogo Bhayangkara Run 2026 Tinggi Peminat, Jumlah Peserta Tembus Angka 1.500

DEMAM olahraga lari di Ponorogo tetap tinggi. Sebanyak 1.500 pelari ambil bagian dalam Ponorogo Bhayangkara Run (PBR) 2026, Minggu (5/7/2026). Mereka bukan hanya terdiri runner lokal, melainkan juga berdatangan dari sejumlah daerah tetangga.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo tampak bungah mendapati antusias peserta PBR itu. Dia menyebutnya sebagai salah satu bukti kehadiran Polri di tengah masyarakat. “PBR yang pelaksanaannya memasuki tahun kedua dapat menjadi wadah membangun budaya hidup sehat dan mempererat kebersamaan,” kata Andin sembari mengungkapkan eventnya juga menandai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini.

Andin sependapat meningkatnya jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya menandakan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari. Dia berharap PBR menjadi agenda tahunan setiap peringatan Hari Bhayangkara. “Tahun ini jumlah peserta lebih dari 1.500 orang, meningkat separo dibandingkan tahun sebelumnya. Saya optimistis setiap tahun akan terus bertambah,” terang Andin.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mendukung gelaran PBR. Apalagi, olahraga lari seakan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. “Pemkab Ponorogo mendukung penuh setiap penyelenggaraan event lari. Tanpa kecuali, Ponorogo Bhayangkara Run yang menjadi event tahunan,” ujar Bunda Lis –sapaan Lisdyarita.

Bunda Lis sempat berpesan peserta PBR 2026 mengutamakan keselamatan selama mengikuti race lari. Mereka perlu memahami kondisi tubuh hingga tidak memaksakan diri dalam mencapai garis finish. “Usahakan finish dengan selamat. “Tetap berhati-hati dalam berlomba, jaga fokus, jangan saling dorong, dan apabila merasa tidak kuat jangan dipaksakan,” pesan Bunda Lis yang ikut mengangkat bendera start PBR 2026.

Panitia PBR 2026 membagi dua kategori lomba yang terdiri 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K). Garis start dan finis berada di halaman depan Polres Ponorogo. Pelari kategori 5K mengenakan jersey kuning, sedangkan peserta kategori 10K tampil dengan jersey berwarna oranye. Rute yang menulusuri jalanan di perkotaan menghadirkan pengalaman berlari yang nyaman. Selain itu, mengenalkan beragam sudut kota di Ponorogo, mulai perkantoran, ruang publik, hingga pusat perekonomian.

Pun, para peserta tampak fun mengikuti rangkaian lomba. Mereka mulai berdatangan selepas subuh. Mayoritas memanfaatkan photo booth untuk mengabadikan keikutsertaan di Ponorogo Bhayangkara Run 2026. (kominfo/mey)