IPB Temukan Inovasi Pengemasan Sate Ayam Awet Sebulan, Terjunkan Lagi Mahasiswa KKN di Ponorogo

TERJALIN kerja sama apik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Terbukti, program kuliah kerja nyata tematik (KKNT) perguruan tinggi ternama itu sudah memasuki tahun keempat dengan menyasar sejumlah desa di Ponorogo.

Tak urung, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita tampak antusias menyambut kedatangan 117 mahasiswa IPB yang akan menjalani KKNT, Senin (6/7/2025). Pihaknya berharap terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian, pangan, serta pengembangan UMKM. “Teknologi terbaru di bidang pertanian dan pangan akan kami dapatkan dari KNKT ini,” kata Bunda Lis –sapaan Lisdyarita– dalam acara penyambutan yang berlangsung di Pendopo Pemkab Ponorogo.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Menurut dia, inovasi pengemasan sate ayam temuan mahasiswa KKNT dari IPB membawa manfaat besar. Oleh-oleh khas Ponorogo itu mampu bertahan hingga satu bulan lamanya. “Tanpa teknologi, sate ayam hanya bertahan dalam hitungan hari,” terangnya.

Bunda Lis berharap pelaksanaan KKNT IPB 2026 kembali melahirkan inovasi baru yang bermanfaat bagi petani, peternak, maupun pelaku UMKM. “Beberapa inovasi sudah mulai diterapkan di Ponorogo,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian IPB Slamet Budiyanto menyampaikan bahwa lembaganya mendukung pembangunan daerah melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pun, kerja sama IPB dengan Pemkab Ponorogo sudah berjalan selama empat tahun. “Kami berharap kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung pembangunan daerah, tentu saja melalui penerapan ilmu dan teknologi,” ungkapnya.

Dia menekankan kepada para mahasiswanya agar tidak hanya hadir sebagai peserta KKN. Melainkan benar-benar menjadi mitra pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengidentifikasi potensi wilayah serta membantu mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada. “Masyarakat bukan objek, tetapi menjadi mitra dan subjek. Dengan begitu, persoalan dapat dipecahkan bersama-sama,” pungkasnya. (kominfo/wbi)