UIN Ponorogo Berangkatkan 2.290 Mahasiswa Ikut KPM Nusantara dan Persemakmuran

KULIAH pengabdian masyarakat (KPM) gelaran Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo bisa jadi yang terbesar tahun ini. Sebab, jumlah pesertanya mencapai 2.290 mahasiswa.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyebut ribuan mahasiswa yang menjalani KPM itu mengusung amanah besar. Selain membawa nama baik pribadi dan kampus, mereka berkewajiban menularkan ilmu ke masyarakat.

“Jaga sikap dan sopan santun karena kalian sedang menjalani kuliah di tengah masyarakat langsung,” kata Bunda Lis –sapaan Lisdyarita, saat menghadiri pelepasan mahasiswa peserta KPM di lapangan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Rabu (8/7/2026).

Bunda Lis juga berpesan agar para mahasiswa menjadikan berbagai kalangan masyarakat sebagai dosen kehidupan. Sebab, tujuan KPM sejatinya untuk membentuk kepedulian sosial, rasa empati, dan kedewasaan profesional. “Aplikasikan ilmu yang sudah didapat selama kuliah,” pesannya sembari berharap kehadiran mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di lokasi pengabdian.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Sementara itu, Evi Muafiah, rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, menegaskan bahwa pengabdian merupakan bagian penting dari kehidupan manusia. Dia meminta mahasiswa menjalani KPM dengan niat membantu dan memudahkan kehidupan orang lain.

Bahkan, Evi menitipkan tiga hal sederhana selama mahasiswanya menjalani KPM. Yakni, salat berjamaah, senyum yang ramah, dan mengelola sampah. “Sebagai bentuk syukur, kasih sayang kepada sesama, dan kepedulian terhadap bumi. Kita dilahirkan di dunia ini untuk mengabdi dan memudahkan hidup orang lain,” terang Evi.

Dalam kesempatan yang sama, Unun Roudlotul Janah, ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, merinci 2.290 mahasiswa yang mengikuti KPM itu terbagi 150 kelompok dan tujuh klaster pengabdian. Sebagian dari mereka akan mengikuti KPM Nusantara di Banten, Jawa Barat, bergabung dengan mahasiswa sejumlah perguruan tinggi Islam negeri lainnya.

“Sebagian lagi mengikuti KPM Persemakmuran yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi mitra,” ujar Unun sembari menyebut nama UIN Tulungagung, UIN Kediri, UIN Jember, UIN Malang, UIN Surabaya, UIN Madura, UIN Mataram, UIN Samarinda, Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Wonogiri, serta IAI Ngawi.

Pun, para mahasiswa sudah mendapatkan pembekalan sebelum terjun ke masyarakat. Tema KPM UIN Ponorogo 2026 adalah “Sustainable Development Community” berbasis ekoteologi dalam menguatkan multisektor di bidang hukum, pendidikan, ekonomi, dan sosial keagamaan. “Harapannya KPM tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Unun. (kominfo/wbi)