Pelajar Dominasi Atlet Kejurkab Ponorogo 2026, Potensi Raih Medali Porprov 2027

GELARAN Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Ponorogo 2026 membawa secercah harapan. Ketua Harian Komite Olahraga Nasional (KONI) Ponorogo Sumani mencermati mayoritas atlet yang bertanding masih muda usia. “Sebagian besar berstatus pelajar sehingga memberikan peluang bagi mereka mengikuti porprov (pekan olah provinsi),” kata Sumani, Sabtu (11/7/2026).

Kejuaraan cabang olahraga (cabor) umum di porprov memberlakukan batasan usia maksimal 23 tahun. Sumani menyebut Kejurkab Ponorogo 2026 yang berlangsung 7 hingga 29 Juli dengan mempertandingkan 16 cabor bertujuan menjaring bibit atlet. “Atlet berprestasi kita proyeksikan mengikuti Porprov X Jatim di Kota Surabaya tahun depan,” terang Sumani.

KONI mematok target mendongkrak perolehan medali Kontingen Ponorogo dalam ajang olahraga yang diikuti 38 kabupaten/kota Jawa Timur itu. Dalam Porprov IX Jatim di Malang Raya pada 2025 lalu, atlet-atlet Ponorogo meraih 9 medali emas, 11 perak, dan 18 medali perunggu. “Ponorogo menempati peringkat 26 dengan 76 poin,” ungkapnya.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Sumani berharap posisi Ponorogo mampu beranjak dari papan tengah klasemen. Dari kejurkab juga diharapkan muncul atlet-atlet baru yang mampu bersaing di kejuaraan skala provinsi. “Kejurkab ini semacam seleksi atlet yang akan dibina KONI lewat induk cabor masing-masing,” jelasnya.

Masih kata Sumani, cabor andalan Ponorogo adalah jujitsu yang menjadi penyumbang medali terbanyak dengan 3 emas, 3 perak, dan 3 perunggu di Porprov IX Jatim. Disusul pencak silat dengan 2 medali emas dan 1.

Pun, cabor selam laut, panjat tebing, atletik, billiard, kick-boxing, renang, paralayang, gantole, petanque, dan bakal sepeda andil menyumbang medali. “Kita memiliki peluang meraih medali dari atlet cabang olahraga lainnya,” pungkas Sumani. (kominfo/wbi)