Puskesmas Ponorogo Selatan di Jalan Pacar Punya Layanan KALCER Khusus Pelajar

KELOMPOK penduduk muda usia bakal lebih sering berkunjung ke Puskesmas Ponorogo Selatan (Ponsel). Apa pasal? Puskesmas yang berada di Jalan Pacar itu menawarka layanan khusus untuk remaja dengan nama Konseling, Aksi, Literasi, Curhat, dan Edukasi Remaja (KALCER). “Untuk memberikan ruang aman bagi remaja untuk berkonsultasi, berbagi cerita, dan mendapatkan edukasi kesehatan,” kata Kepala Puskesmas Ponsel Ani Damayanti, Kamis (16/7/2026).

Pihaknya ingin mengubah image bahwa puskesmas identik dengan tempat pasien berobat. Melainkan juga ramah bagi kalangan remaja yang butuh sahabat, belajar, serta mendapatkan pendampingan kesehatan. “Puskesmas yang lebih dekat dengan anak muda karena menerapkan pendekatan yang ramah, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan remaja,” ungkap Ani yang seorang dokter itu.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Puskesmas KALCER sejatinya mulai dikembangkan sejak awal 2024 lalu. Inovasi itu lahir dari hasil evaluasi berbagai layanan kesehatan remaja yang telah berjalan sebelumnya. Di antaranya, pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR), usaha kesehatan sekolah (UKS), posyandu remaja, klinik upaya berhenti merokok (UBM). “Dari hasil evaluasi, pemanfaatan sejumlah layanan khusus remaja masih belum optimal. Sementara berbagai persoalan kesehatan fisik maupun mental mulai banyak ditemukan pada kelompok usia ini,” jelas Ani.

Karena itu, Puskesmas Ponsel ikut menyusun model pelayanan yang lebih sesuai dengan karakter anak muda. Pelayanan berlangsung lebih terbuka, menjaga kerahasiaan, akses lebih mudah, serta melibatkan sekolah, orang tua, dan berbagai pemangku kepentingan. Apalagi, Puskesmas Ponsel berada di kawasan kota dengan wilayah kerja dekat dengan sekolah, madrasah, dan pondok pesantren, “Remaja memiliki karakter yang berbeda dengan generasi sebelumnya sehingga pendekatan pelayanan juga harus menyesuaikan,” terangya.

Ani menjelaskan, puskesmas KALCER mengintegrasikan seluruh pelayanan kesehatan remaja yang terdiri konseling, aksi, literasi, curhat, dan edukasi. Pun, pelayanan juga dapat menjangkau langsung di sekolah, pondok pesantren, posyandu remaja, hingga berbagai kegiatan masyarakat. “Pendekatannya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang saling terintegrasi,” rincinya.

“Pelayanan kesehatan remaja dalam satu sistem sehingga mereka lebih mudah memperoleh layanan, mulai dari skrining, konsultasi, edukasi, hingga pendampingan apabila muncul permasalahan kesehatan,” imbuh Ani.

Bersamaan itu, puskesmas KALCER mendorong keterlibatan aktif remaja dalam kegiatan promotif dan preventif melalui posyandu remaja, Saka Bhakti Husada, poskestren, AKSI bergizi, skrining kesehatan, serta edukasi melalui media sosial. Juga, berkolaborasi dengan sekolah, pemerintah desa/kelurahan, kader kesehatan, hingga orang tua guna menjamin keberhasilan program. “Kami ingin remaja bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelopor hidup sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tuturnya.

Sejak diterapkan dua tahun lalu, Ani mengungkapkan program puskesmas KALCER menunjukkan hasil positif. Kunjungan remaja ke puskesmas meningkat, jangkauan skrining kesehatan di sekolah semakin luas, dan deteksi dini berbagai faktor risiko kesehatan lebih cepat. “Sinergi puskesmas dengan berbagai pemangku kepentingan terus menguat dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan remaja di Ponorogo,” ujar Ani.

Dia berharap puskesmas KALCER terus berkembang sebagai model pelayanan kesehatan remaja yang inovatif dan berkelanjutan. “Kami ingin semakin banyak remaja yang berani berkonsultasi, memiliki literasi kesehatan yang baik, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, mandiri, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (kominfo/mey)