Lomba Cipta Ragam Menu, Kang Bupati Ingat Makan Tiwul dan Nasi Jagung
BUPATI Sugiri Sancoko seolah bernostalgia tatkala mencermati aneka olahan dalam Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) di Pendopo Pemkab Ponorogo, Selasa (30/7/2024). Ada
menu tiwul berbahan gaplek dan nasi jagung yang diolah sedemikian rupa sehingga lebih lezat.

“Dulu saat saya kecil, makanan pokok lebih bervariasi. Tiwul dan nasi jagung menjadi alternatif selain nasi dari beras,” kenang Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko.
Makanan pokok setiap rumah tangga sekarang ini selalu nasi berbahan beras. “Jagung tidak lagi dimakan manusia, tapi menjadi pakan ternak. Singkong juga dibuat olahan snack seperti kripik,” imbuh Kang Bupati.
Padahal, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Nah, setiap daerah berkewajiban menggali sumber daya lokal agar suplai pangan terjamin. Karena itu, Kang Bupati mengapresiasi lomba cipta menu B2SA yang merupakan kerja bareng Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Ponorogo dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) setempat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kabupaten Ponorogo Susilowati berharap olahan aneka ragam menu berbahan lokal itu tidak sekadar berhenti di gelaran lomba. Namun, diproduksi masal karena laku di pasaran. “Karena semuanya enak dengan sajian yang menarik,” katanya.

Bahkan, istri Kang Bupati itu mengangankan aneka menu B2SA juga akrab di lidah balita dan anak-anak sehingga berperan menekan prevalensi stunting. Peserta lomba senyatanya mampu mengolah porang, singkong, jagung, dan pisang kepok menjadi makanan dengan kandungan gizi seimbang serta aman konsumsi. “Jadi kita tidak lagi harus bergantung pada beras,” jelasnya. (tim kominfo)