Bupati Sugiri Pilih Ikon Koi Hitam Putih karena Pantang Bersikap  Abu-Abu

MEMASUKI tahun ketiga penyelenggaraan, Reog Indonesia Koi Show (RIKS) semakin tinggi kastanya. Ada sisipan kata Indonesia dalam 3rd RIKS yang berlangsung di Ponorogo City Center, Sabtu (10/8/2024), itu karena masuk rangkaian Liga Koi Indonesia. 

FOTO: BAYUS/KOMINFO PONOROGO

Panitia sengaja mendaulat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sebagai juri kehormatan untuk menentukan koi milik 403 peserta dari sejumlah daerah di Indonesia yang layak menjadi ikon. Pilihan Kang Giri –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– jatuh pada koi bercorak hitam putih tegas. 

“Filosofinya karena kita tidak boleh bersikap abu-abu. Yang juga pantas menjadi ikon sebenarnya adalah Reog Indonesia Koi Show sendiri,” kata Kang Bupati. 

Sebab, kontes ikan hias itu dapat menciptakan peluang ekonomi kreatif bersamaan para breeder (peternak) bermunculan. Apalagi, Rizal Akbar, ketua penyelenggara 3rd RIKS, sengaja berkunjung ke Jepang untuk belajar tentang koi dan standar lomba, sekaligus mendatangkan indukan dari negara itu. “Ini baru namanya keren,” puji Kang Bupati. 

Sementara itu, Rizal Akbar mengungkapkan  bahwa 3rd RIKS mempertandingkan tujuh kelas, mulai A sampai G. Dewan juri melakukan penilaian berdasarkan kecantikan pola, kesempurnaan bentuk bodi, dan keindahan warna. 

Tampak hadir di acara 3rd RIKS itu, di antaranya, Irjen Pol Uden Kusuma Wijaya, Ketua Umum Asprov PSSI DKI Jakarta. Pun, Rizal juga tercatat Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Ponorogo. (tim kominfo)